Showing posts with label Cuap Cuap. Show all posts
Showing posts with label Cuap Cuap. Show all posts

Thursday, October 06, 2011

Aku tidak tahu...

Sudah tiga tahun kira-kira aku belum bisa menggunakan kaki kiriku untuk menopang badanku. Tidak terasa sudah selama itu kaki kiriku beristirahat untuk sementara. Berbagai perasaan sudah banyak menyapaku, dari keinginan menggebu-gebu agar bisa segera berjalan lagi hingga merasa biasa saja.

Ya, sekarang ini yang aku rasakan adalah biasa saja. Bisa dikatakan seperti ini, "bisa jalan bersyukur, masih belum bisa jalan ya sudahlah". Tiba-tiba saja aku jadi menjadi bingung dengan perasaan itu. Aku tidak tahu apakah ini yang disebut berserah?atau malah putus asa?bila keinginanku dulu yang menggebu-gebu untuk segera bisa berjalan dan cenderung "memerintah" Tuhan berganti dengan perasaan biasa ini, apakah aku salah jalan?

Sampai saat ini aku masih merasa benar, walaupun tidak yakin akan keyakinanku itu. Sejujurnya aku merasa tidak pantas mempunyai keingian untuk sembuh dan bisa berjalan lagi, dan bahkan aku sempat berpikir untuk lebih menderita lagi (tapi tidak berani meminta penderitaan itu kepada Tuhan). Ah mungkin itu pemikiran yang gila.

Sejujurnya setiap kali berdoa aku masih menyisipkan permohonan agar aku sembuh, meskipun dari hati kecilku sendiri mengatakan bahwa permohonan itu adalah tidak perlu. Aku tidak tahu mengapa hati kecilku berkata begitu. Apakah itu bisikan iblis? Aku takut ada yang salah dengan pemikiranku ini (semoga saja tidak)

Satu hal yang membuatku bersyukur adalah dengan keadaan seperti ini (kaki kiri yang masih belum bisa digunakan), aku bisa lebih dekat dengan Tuhan. Aku jadi menyesal (sangat menyesal) dengan apa yang aku lakukan dulu sewaktu sehat, dimana rasanya aku hanya bermain-main dalam melakukan sesuatu untuk Tuhan. Dapat dikatakan, "yang penting hadir" tanpa mau mengerti apa arti dari menyenangkan hati Tuhan. Ah terkutuklah aku!

Dengan keadaan sekarang ini (yang aku rasa semakin dekat dengan Tuhan) aku sepertinya malah menjadi lebih banyak ragu, ragu akan kebenaran dari apa yang aku rasa dan apa yang aku pikir. Salah satu contohnya ada yang di atas: aku ragu apakah aku benar bila memiliki rasa yang biasa saja, dengan menekan keinginan untuk sembuh?

Kalau boleh aku memberikan ilustrasi, aku merasa di dalam diriku sendiri seringkali terjadi pertempuran antara si baik dan si jahat. Dalam hal ini aku mengumpamakan keinginan sembuh adalah si jahat, dan si baik adalah perasaan yang biasa saja (meskipun ada lagi hal baik dan jahat yang lain bertempur di dalam diriku). Kira-kira seperti itulah yang kurasakan. Ah, aku masih labil!

Semua yang kurasa saat ini apakah karena aku 'teracuni' dengan buku-buku yang aku baca?aku kira tidak, rasa in sepertinya datang dari Tuhan. Semoga aku tidak berdelusi (lagi-lagi aku ragu! Sesungguhnya aku takut bila salah jalan).

Sunday, July 31, 2011

Tradisi Itu Sudah Mati?

Akhirnya aku mulai lagi menulis di blog ini, setelah beberapa bulan tidak menulis karena diganggu oleh skripshit. Ya, skripshit (skripsi) sangat mengganggu menurutku. Aku tidak tahu kenapajadi 'benci' dengan skripshit. Sekarang si pengganggu itu sudah aku kalahkan dan semoga seiring berjalannya waktu, 'kebencian'ku akan skripshit memudar hahaha...


Aku mau mengeluh tentang sebuah tradisi yang pernah (atau masih?) aku alami. Tradisi ini adalah sebuah ritual yang biasa saja, tidak ada yang spesial di sini. Hanya saja cukup berarti bagiku :)

Berawal dari ajakan seorang sahabat, tradisi ini mulai berjalan. Pada awal-awal kegiatan aku sempat berpikir kalau tradisi ini akan berlangsung sampai selamanya. Terbentuknya tradisi ini adalah sebuah impianku sejak dari dulu. Tentunya kamu bisa membayangkan bagaimana rasanya jika sebuah impian terwujud?ya, bahagia :)

Sepengetahuanku, pengikut tradisi ini berjumlah tiga orang (termasuk aku). Peraturannya hanya satu, yaitu: setiap jam 10 malam, kami melakukan ritual secara bersama-sama. Sesuai dengan yang aku bayangkan, ritual ini dapat membuatku merasa menjadi satu, dalam arti mendekatkanku dengan para anggota lain, meskipun kami di tempat yang berjauhan.

Tradisi ini berlangsung kira-kira selama satu tahun (mungkin juga kurang). Dan sekarang tradisi ini tidak dilakukan seketat dulu, bisa dikatakan tradisi ini sudah sekarat (mungkin lebih cocok mati?). Kendornya semangat untuk berdisiplin mengikuti peraturan tradisi aku rasakan pada saat aku mengerjakan skripshit (mungkin ini alasan mengapa aku 'benci' skripshit?). Aku tidak lagi selalu tepat waktu untuk melakukan ritual, dan begitu juga dengan anggota yang lain.

Sepertinya tradisi ini sudah menjadi tua, kemudian mati seiring berjalannya waktu. Semoga aku salah...

Tradisi dan ritual sengaja tidak aku tulis di sini, biarlah aku dan anggota yang tau :p

Wednesday, March 02, 2011

Untitled

Kira-kira satu jam yang lalu aku mendengar kabar yang sangat tidak disangka-sangka. Salah seorang teman seperjuangan telah pergi meninggalkan dunia ini. Ya, dia telah meninggal :’( memang aku tidak terlalu dekat dengannya, karena perkenalanku dengannya masih sangat baru. Terakhir kali aku berbincang-bincang dengannya pada tanggal 3 januari 2011. Kebetulan sms dari dia masih aku simpan, dan di sms itu dia mengatakan, “kabar-kabar terus ya mas Hen, misal ganti nomor atau apa bilang-bilang juga…” yaah.. ternyata sekarang dia sudah berada di tempat yang lebih enak dari dunia ini, curang kamu Gerry!

Ya, namanya Gerry. Dia mungkin orang pertama yang menolak memanggilku dengan hanya sebutan nama. Alasannya adalah karena aku lebih tua darinya. Jadi dia memanggilku dengan kata ‘mas’ di depan namaku, hmmm… sedikit aneh memang, tapi aku menikmatinya :) entah aku harus sedih atau malah senang melihat Gerry meninggal. Sedih karena cita-cita Gerry pasti banyak yang belum kesampaian, senang karena Gerry sekarang sudah sehat dan bahagia di tempat yang baru. Itu pasti, iya kan Ger?

Mendengar kabar meninggalnya Gerry, sempat terbersit sedikit rasa takut. Jujur, harus aku akui bahwa aku masih sangat pengecut dalam menghadapi kematian. entah perasaan ini wajar atau tidak (aku rasa wajar). Menyadari ketakutanku itu, suatu kalimat keluar dari dalam diriku (mungkin ini yang namanya suara hati?) “Tapi kematian adalah sebuah takdir, sama seperti kelahiran, aku tidak memilih untuk dilahirkan, tapi Tuhan yang memilih aku.” “Begitu juga dengan kematian, aku tidak mau memilih kematian, tapi Tuhan yang memilih aku.” terkesan sok bijak, entahlah...

Sambil menulis ini pikiranku melayang, membayangkan sekaligus bertanya, “apa yang sedang dlakukan Gerry?” aku tidak tahu, tapi pastinya sudah bahagia, sudah sehat. Tidak ada lagi yang namanya operasi, kemoterapi dan lain-lain. Hahaha… beruntung kamu Gerry! Aku dan teman-teman di sini masih berjuang untuk menuju ke tempat kamu. Kamu tunggu di sana yah, jangan pergi-pergi lagi… cepat atau lambat aku akan datang ke sana, tunggu aku!

Bagiku hidup bukan berjuang untuk kehidupan, tapi berjuang untuk mencapai kematian yang sekaligus adalah kehidupan kekal :)

Tuesday, January 11, 2011

Dear God

Tuhan yang baik,

Sekarang ini, aku sedang memiliki masalah nih. Mungkin bisa dibilang masalah yang (cukup) serius?entah kenapa beberapa hari ini (atau beberapa minggu?) aku sering memiliki perasaan aneh yang tidak mengenakkan. Aku sering merasa kesepian Tuhan, aku juga bingung kenapa begitu. Di tengah keramaian aku merasa kesepian :'( aku merasa tidak ada hubungan dekat dengan orang-orang di sekitarku. Kalau boleh mengumpamakannya, mungkin seperti anjing yang saling bertemu lalu keduanya saling menyapa, "guk" dan kemudian berpisah. Hubungan yang hanya sekedar basa-basi (brengsek!)

Mungkin ini hanya dari pandangan aku sendiri yah?sebenarnya orang-orang di sekitarku tidak merasa meninggalkan/menjauhi aku, apa begitu Tuhan?ya semoga itu yang benar. Pola pikirku yang sekarang adalah masih tetap dengan hubungan yang basa-basi (haduuuh).

Ya aku pernah kok mengalami hubungan yang sangat asik, beberapa kali (eh btw ini hubungan pertemanan yah maksudnya Tuhan). Di mana aku bisa bercerita tentang apa saja dengan sangat nyaman dan terbuka, di mana aku bisa mendengarkan cerita-cerita yang jujur dan apa adanya dari orang itu. Senang sekali loh Tuhan rasanya begitu :) sering ya kalau sedang cerita-cerita seperti itu sampai pagi aku baru tidur.

Ya tapi hal-hal seperti itu sekarang ini sedang tidak aku alami Tuhan, aku sedang mengalami kekeringan hubungan hahaha... Dulu yang kalau ngobrolnya bisa sampai lama, sekarang ya kira-kira 5 atau 10 menit cukup lah (mungkin sudah basi kali yah?ga ada bahan lagi yang bisa diomongin?). Ya bagiku seperti itu sih cuma salam "guk" saja. Sekali lagi, hubungan yang basa-basi! (apa ekspektasi aku yang terlalu tinggi?tolong aku dikoreksi Tuhan, kalau aku salah).

Tidak enak Tuhan mengalami perasaan seperti ini, rasanya kesel terus (haduuh). Btw maafkan aku Tuhan kalau di surat aku yang kali ini isinya adalah keluhan, aku jadi terkesan cengeng yah... Maaf ya maaf... m(_ _)m

Tuhan yang baik, tolong aku donk...

Wednesday, December 22, 2010

'Dia' muncul lagi!

Tidak terasa sudah 1 tahun lebih 8 bulan (kira-kira) aku menjalani pola makan yang ‘sadis’ ini. Seingatku sih mulai diet seperti ini sekitar bulan april 2009, tapi kalau melihat catatan di blogku, tulisan pertama tentang jus sayuran adalah bulan mei. Entahlah yang mana yang benar, yang mana yang salah, yang jelas aku sudah setahun lebih tidak makan daging, tidak makan goreng-gorengan dan tentunya tidak pernah makan enak.

Ya kalau aku ditanya pernah ga merasa kangen untuk makan makanan yang enak, ya tentu saja kangen dan bahkan sangat kangen :) pernah beberapa kali aku sering merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja, mau mencari variasi makanan yang lain tapi bahan yang boleh aku makan terbatas (dibatasi)… jadilah itu-itu saja makanan yang ada. Beruntung sekali perasaan seperti itu tidak sering muncul, hanya sesekali.

Pernah sampai satu titik di mana aku sangat bosan dengan makanan yang ada, kemudian aku membuat perjanjian dengan diriku sendiri, “makanan yang ada tidak boleh aku tolak.” Sejauh ini perjanjian ini masih ampuh mengatasi rasa bosan itu, ya walaupun bosan itu kadang tetap muncul tapi masih bisa teratasi.

Aku pernah mengalami dilema menjalani pola makan seperti ini. Yang mungkin dilema seperti ini bisa muncul lagi di lain waktu. Eh sepertinya bukan dilema yah, mungkin lebih tepatnya adalah keraguan? Keraguan ini muncul jauh beberapa bulan sebelum aku menulis ini. Aku pernah berpikir apakah jalan (menjadi vegetarian) yang aku pilih ini benar?sedangkan teman-teman yang lain makan bebas ga papa tuh, oke-oke aja. Mereka tetap bisa menikmati makanan enak dan fine-fine aja, jadi buat apa aku harus seperti ini?

Kemudian aku menceritakan sekaligus bertanya kepada seorang sahabat mengenai keraguanku ini, “apa jalan yang gw pilih ini udah bener?” ya meskipun dia bukan seorang vegetarian tapi menurutku dari jawabannya itu dia mendukungku. Apa yang dia katakan menguatkan dan meyakinkan kembali apa yang sudah aku jalani. Terima kasih sahabat…

Dan sekarang keraguan ini muncul lagi :( Lagi-lagi aku bertanya pada diri sendiri, “apa ini udah bener?” Yah tulisan ini aku buat hanya sebagai pengingat kalau aku juga pernah mengalami keraguan ini dan aku sudah pernah mengatasinya. Rasa ragu yang dulu dengan yang sekrang masih tetap sama kok kekuatannya, ia tidak bertambah kuat ataupun bertambah lemah. Aku pasti bisa mengatasinya.

Bersyukur sekali aku bisa menjalani pola makan seperti ini sampai setahun lebih dan jujur aku ada perasaan bangga lho :) entah kenapa aku jadi merasa senang karena bisa mengalahkan secuil keinginan-keinginanku haha… pola pikir yang mungkin membuatku bisa bertahan adalah ingin mengalahkan nafsu duniawi… anjriiit ahahaa… ga begitu juga sih, tapi ya mirip-mirip lah maksudnya :p

Entah sampai kapan aku akan menjalani diet ‘sadis’ ini, mungkin sekitar 10 tahun ke depan?hmmm… kalau menjadi vegan sih aku sudah berniat untuk seumur hidup. Tapi jika ditawari mie?nasi goring?terima apa ga yah?hahaha…

Wednesday, December 08, 2010

Don't know why

i am happy, i am sad and i miss you...

Tuesday, November 16, 2010

Sebuah Permintaan...

Entah kenapa hari ini aku merasa sedang berada di 'bawah'. Ya, di bawah yang paling bawah :(

Berawal dari hujan deras yang terjadi di kampus, sehingga aku harus menunggu beberapa saat sampai hujan agak sedikit reda (aku tidak menunggu hujan sampai berhenti karena dikejar-kejar sang waktu, aku harus praktek). Karena hujan, lantai di kampus jadi licin. Dan efeknya adalah 2x aku terpeleset (hanya sedikit sih). Aku jadi merasa tidak berguna, untuk jalan saja harus dibantu :(

Di sekolah... (tempat aku praktek) Hari ini kegiatannya harus di lantai 4, dan lagi-lagi aku membutuhkan bantuan. Aku minta tolong satpam sekolah untuk membantuku naik ke lantai 4. Tidak ada lift di sekolah (jadi aku naik tangga ke lantai 4). Menaiki anak tangga satu-persatu jadi serasa pikiranku bertambah lagi bebannya. Betapa sulitnya aku untuk naik tangga... Oya, di sini aku juga terpeleset sedikit (biasa, karena lantai yang licin akibat hujan).

Selama dua kejadian di atas, beberapa kali aku mencuri sedikit waktu untuk merenungi apa yang sedang aku pikirkan, rasakan dan inginkan. Berusaha mencari sebuah 'jawaban' yang paling tidak bisa membuatku sedikit tenang. Timbullah beberapa pertanyaan yang terngiang terus di telingaku, salah satunya, "sampai kapan aku harus begini?" (hmmm... mungkin aku seperti sedang berdialog dengan diriku sendiri?)

Oke, akhirnya muncullah sebuah kalimat yang entah datangnya itu darimana munculnya. Kalimat yang cukup mampu menghancurkan tembok pergumulanku hari ini, "Tuhan, aku tidak minta semua susah ini cepat berlalu, tapi aku mohon diberi kekuatan untuk melalui susah ini sampai yang baik itu datang."

Ya begitulah hari ini... :)

Thursday, November 11, 2010

Belajar menjadi diri sendiri...

“Kalau kamu rendah hati, pujian atau hinaan bukanlah masalah buatmu, karena kamu tahu siapa dirimu sesungguhnya..." (Ibu Teresa)

Kalimat ini tertulis di bagian favourite quotation dari seorang teman di facebook. Pertama kali aku membaca kalimat ini, otomatis aku langsung merespon, “kena banget nih.” Ya, jujur dulu aku suka berpikir dan bertanya-tanya (sampai sekarang pun masih, tapi sudah kurangan laa) kenapa aku begini? Kenapa aku begitu? Kenapa ga begini aja? Kenapa ga begitu aja?

Hmmm… kata “hinaan” dalam kalimat yang di atas aku artikan adalah seperti perilaku orang-orang yang terkadang suka melihatku dengan tatapan aneh, ataupun bertanya dengan nada yang aneh (mungkin aku alien?). Mereka biasanya melakukan ‘penghinaan’ (hahaha) itu biasanya ketika melihatku jika membaca dengan jarak yang tidak lazim orang kebanyakan, hmm… mungkin kira-kira 2 cm? (ya ya hampir ciuman dengan kertas :))

Ketika mereka bertanya ataupun melihatku dengan cara yang menurutku sangat tidak enak itu biasanya aku salah tingkah, jadi gimanaa gitu.. tidak banyak sih pengalaman yang bisa aku ingat. Pengalaman yang pertama: ketika aku di surabaya, aku sedang mencari-cari mp3 lagu-lagu mozart. Sedang baca-baca tulisan judul-judul lagunya yang kecil-kecil, seorang bapak-bapak melihatku dengan terbengong-bengong. Dalam hati aku bilang, “kampret!” Pengalman yang kedua: aku sedang melihat papan pengumuman di kampus (aku lupa pengumuman tentang apa), tiba-tiba datanglah seorang kakak kelas perempuan. Pertama-tama dia melihatku dulu, setelah itu bertanya dengan nada yang mungkin syok kali ya? “kok liatnya deket banget???” ya, aku hanya bilang, “iya” sambil tersenyum :) masih sama seperti di pengalaman yang pertama, dalam hati, “kampret!” :)

Ya sangat tidak enak sih ditanya dan dipandang seperti itu, aku seperti orang asing saja mereka anggapnya. Tapi ya aku bersyukur bisa menemukan kalimat baik itu, yang menurutku benar. Kalimat ini merubah cara berpikirku sedikit demi sedikit. Nih ya, dulu aku paling tidak mau kalau membaca di tempat umum (padahal aku suka membaca sih), misalnya kalau lagi di mall, lagi di gereja, dan lain-lain. Aku urungkan niat untuk membaca, karena takut ‘dihina’ itu hehehe… tapi sekarang?aku baca, ya baca aja… cuek lah ya istilahnya. Ya karena aku pikir, cuma aku lah yang tau kenapa aku begini, kenapa aku begitu. Jadi, kalau orang lain melihat dan bertanya kepadaku dengan anehnya aku dapat mengerti, karena mereka tidak tau yang sebenarnya :)

Satu hal yang aku baru sadari (dan merasa kaget juga), seorang teman berkata begini, “orang-orang pada suka gaya-gaya jepang gitu ya?” aku langsung nyeletuk, “kalo gw sukanya gaya Hendry.” Hahaha… mungkin dulu aku tidak akan pernah mau dan tidak bisa untuk berbicara seperti itu. Sekarang ini aku merasakan proses belajarku untuk menjadi diri sendiri, sedikit demi sedikit naik levelnya :) aku sadar tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa menjadi aku dan aku pun tidak bisa menjadi salah satu dari orang lain yang ada di dunia ini, karena aku adalah aku sendiri :)

Wednesday, November 10, 2010

Gebleeek :)

Sampai hari ini sejak pertemuanku yang terakhir dengannya, aku masih terus terbayang-bayang wajahnya dan terngiang-ngiang suaranya. Aku berani mengclaim kalau aku menyukai keseluruhan dirinya, tanpa kecuali. Cara dia berbicara, cara dia tertawa, cara dia melucu :) cara dia berpikir, cara dia menulis, cara dia makan, minum, marah (belum pernah lihat sih :)), pokoknya semuanya tentang dia aku suka :)

Dia benar-benar racun! Parah-parah, masa aku selalu dibayangin sama dia sih?bayangin aja ya : di pikiranku selalu ada dia, di penglihatanku juga ada dia (sedang tertawa, berbicara, duduk, makan, minum dan lain-lain), di pendengaranku juga ada dia (suaranya) arrrgh!!! Dasar racun!!! Membuat candu!!! Tapi aku suka sih :)

Apa?aku sedang berhalusinasi?simtom positif dari schizophrenia?no no aku rasa aku masih normal kok :) ini masih wajar :)

Hmmm... mungkin kalau kamu liat dia, kamu pasti suka juga deh... Dia itu lucuuu banget, cantiiik, baiiik, enerjik, tidak jijik hehehe... Pokoknya pasti suka deh!! Apa?ga suka??harus suka!! :) Kalo udah liat dia, pasti ngerti deh kenapa aku bisa jadi begini hahahha...

Ye ye ye ye ye... Geblek gw... haha :)

Tuesday, November 02, 2010

Hobi baru...

Hmmm... Setelah aku pikir-pikir ternyata aku mempunyai hobi baru ya... Hobi baruku adalah menulis diari :)

Mungkin aku terinspirasi dari buku "catatan seorang demonstran" yang baru beberapa halaman aku baca (itupun loncat-loncat). Membaca buku itu, aku jadi menggumam sendiri "kayaknya asik ya kalau bisa nulis gini, kehidupan sehari-hari direkam ke dalam bentuk tulisan :)" gumamanku itu pun berlanjut, "mulai hari ini (kira-kira 30 oktober 2010) mau nulis setiap hari ah."

Ya, sebenarnya selain menulis di blog ini, aku juga ada menulis di tempat lain. Bukan di blog sih, aku hanya menulis di microsoft word (tulisan yang ini benar-benar rahasia hehehe... :)). Tapi ya itu, menulisnya tidak setiap hari. Bisa dibilang kalau sedang ada mood saja baru aku menulis di microsoft word.

Setelah membaca buku 'sakti' (catatan seorang demonstran) aku jadi ikut-ikutan untuk rajin menulis buku harian. Gara-gara buku itu, aku jadi lebih sadar kalau yang namanya buku harian tidak harus berisi kejadian-kejadian penting saja. Isinya hanya satu paragraf cerita pun tidak apa-apa :)

Sebenarnya sih lebih asik lagi kalau menulis diarinya di buku tulis gitu (jadi nulisnya pake tulisan tangan gitu) tapi entah kenapa aku merasa tidak aman jika menulis di buku, sepertinya tidak ada tempat yang aman di rumah hahaha... :)

Ya, aku kira sampai disini dulu deh tulisan ini :) Ide untuk menulis ini secara tiba-tiba saja muncul ketika aku terbangun dari tidur di ruang 334 di kampus, sekarang jam 12:54:55 di HPku :)

Friday, September 24, 2010

Berawal dari sebuah pertanyaan

“Kondisi kaya gini tetep punya impian gitu ga? Misalnya married.” Begitulah pertanyaan dari seorang teman sesama penderita kanker. Aku lupa bagaimana caraku menjawab pertanyaan ini, tapi aku masih aku ingat inti dari jawabanku, yaitu “tetep punya impian untuk married.” Seorang teman yang lain (sesama penderita kanker juga) “yah, itu ga usah dipikirn.” Kira-kira begitulah jawabnya, aku lupa bagaimana persisnya. Kemudian temanku yang bertanya menanggapi jawabanku dan jawaban temanku. Dari apa yang dia katakan aku menyimpulkan kalau ia memiliki kekhawatirannya akan masa depannya (khususnya dalam hal married ini).

Ya, secara jujur harus aku akui memang aku masih tetap mempunyai impian untuk married, mempunyai sebuah keluarga, dan mempunyai anak hahaha… :) terkadang ketika aku sedang berdiam diri, pikiranku seringkali melayang membayangkan diriku yang sudah memiliki sebuah keluarga. Keluargaku itu tentunya beranggotakan seorang istri (yang sekaligus menjadi ibu bagi anakku), dan anak (terkadang laki-laki, kadang perempuan, oh iya kadang anaknya ada satu, kadang dua haha…). Bayangan tentang sebuah keluarga tidak berlangsung lama sih, hanya terlintas beberapa detik tapi cukup menyenangkan untuk dinikmati :)

Selain ketika sedang berdiam diri, pikiran yang mengkhayal ini juga sering muncul apabila aku melihat anak kecil, biasanya sih aku sering melihat anak kecil di gereja. Ketika misa, anak kecil suka ada yang berjalan-jalan sendirian (mungkin mereka sedang belajar mengkeksplor dunia luar :)), atau ditemani susternya (masih sama, mungkin mereka sedang belajar tentang dunia luar), atau juga ditemani oleh orang tuanya (kalau ini biasanya mereka ingin pergi ke WC atau karena rebut di dalam gereja jadi diajak keluar). Ya, setiap melihat mereka-mereka ini aku seringkali tersenyum, baik tersenyum di luar, ataupun di dalam. Tapi lebih sering tersenyum di dalam saja sih :)

Melihat seorang anak kecil, disitu aku bisa melihat sesuat yang benar-benar asli, benar-benar murni. Dari segala apapun yang diperbuatnya, dari cara mereka tertawa, cara mereka menangis, cara mereka marah, cara mereka berjalan, cara mereka memandang, pokoknya semuanya deh :) ketika melihat mereka sering muncul pertanyaan dalam pikiranku, “apa anakku nanti seperti anak itu?” aku juga sering terbayang diriku sedang memeluk seorang anak (sepertinya anakku hehe…), mengajaknya bermain, mengajarkan hal-hal baru kepadanya, oh ya, ada juga terbayang aku bersama istri pergi ke gereja, dan kami sama-sama menjaga anak kami hehe... berlebihan ga sih? :) ya intinya mempraktekkan apa yang pernah aku dapat di psikologi perkembangan.

Di bayanganku sekarang, aku ingin menjadi seorang ayah yang member kebebasan kepada anak, tapi bukan kebebasan penuh yang tidak ada batas. Tentunya batas-batas diperlukan, agar anakku itu tidak menjadi seenak jidatnya hahaha... setidaknya dia harus bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Setelah menulis sampai sini, aku merasa kalau apa yang aku tulis sedikit melenceng. Hmmm… tapi rasanya tidak juga, karena masalah anak termasuk dalam keluarga juga kan? Dan keluarga termasuk dalam pernikahan atau married tadi :)

Dan aku harus jujur lagi, kalau aku juga memiliki kekhawatira tentang masalah married ini. Sering muncul pertanyaan dalam pikiranku, “apa masih ada yang mau denganku?” hahaha… terkesan pesimis sekali sih memang, tapi ya memang itu yang benar-benar terlintas di pikiranku. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku nanti, jawabanku itu hanya bisa dijawab oleh masa depan. Masa depan yang telah disiapkan oleh Tuhan, yang pastinya adalah baik :)

Wednesday, March 03, 2010

Pujian oh pujian...

Ah, udah lama banget aku pengen nulis tentang ini. Ya, tentang pujian… bukan arti dari pujian, macam-macam pujian atau bahkan asal usul sebuah pujian yang aku tulis disini haha.. Yang aku tulis adalah tentang pujian-pujian yang ditujukan kepadaku :) haduh… bukannya sombong nih, tapi memang beneran orang yang memberikan pujian untukku, ga pake bohong loh… hehe… Ya walaupun cuma beberapa orang sih… Pujian-pujian itu justru malah merupakan serangan bagiku, kenapa?karena aku ga nyaman dipuji :(

Kenapa aku merasa tidak nyaman kalau dipuji?jawabannya adalah karena aku takut dipuji. kenapa aku takut dipuji?jawabannya adalah karena aku takut terjebak sama yang namanya kesombongan. Kenapa bisa begitu?karena kalau udah sombong, pasti dibenci orang lain, aku ga mau dibenci. Itu saja :)

Setiap pujian datang kepadaku, aku suka menggerutu di dalam hati kepada orang yang memujiku, “aduh, kenapa harus ngomong gitu sih??” dan biasanya setelah mendengar kalimat pujian itu aku langsung mengalihkan pembicaraan, aku tidak mau menanggapi apalagi membahasnya. Oh ya, biasanya juga aku pasti ngomong gini di dalam hati “apa iya bener begitu?” “masa sih begitu?” “kayaknya ga begitu deh.” Sebenarnya sih aku ada perasaan ga enak juga sama orang yang kasih ke pujian ke aku, masa sih udah dikasih pujian akunya malah ga nanggepin gitu. Ya bingung juga sih harus gimana, jadi ya begitu deh cara yang aku pilih… haduh maaf ya… :(

Karena saking penasarannya tentang gimana cara nanggepin pujian, tadi aku iseng search di google, dan teryata sepertinya ga banyak yang membahas tentang ini. Ada sebuah blog yang membahas tentang ini, dan katanya cara yang terbaik adalah Cuma dengan “senyum dan terima kasih” ya, cara nanggepin pujian cuma dengan cara tersenyum terus ngucapin terima kasih. Aaaaaaaa……. Ternyata sesimpel itu?? "rasanya aneh deh kalo aku kayak gitu, itu bukan style saya sepertinya." dalam hati aku langsung ngomong gitu... setelah aku pikir-pikir lagi, " boleh lah kapan-kapan dicoba kayak gitu.." :)

Friday, February 12, 2010

Kapan dia akan datang menemui aku???

Entah aku yang lemah, atau tekanan yang aku terima yang terlalu kuat? yang jelas sekarang aku seperti merasa kalah, aku merasa tak berdaya, aku lelah, hampir tak ada gairah lagi untuk melangkah. Di dalam pikiranku sering terlintas kalimat "sudah berhenti menjadi orang yang sok kuat! kamu itu lemah!"

Di dalam batinku, seperti ada sesuatu yang tertahan, tidak bisa keluar. Bisa keluar, tapi tidak bersih sama sekali (yang tidak bisa keluar ini adalah sesuatu yang kotor menurutku). Aku ingin sekali membersihkan batinku. Ya, pingiiiiin banget.. :( aku mau membersihkan batin ini dari rasa takut, dari rasa kawatir, rasa sedih, rasa kecewa, rasa marah, rasa merasa diabaikan, rasa mereasa diri tidak pantas, rasa ditinggal oleh orang yang dekat denganku, pokoknya semua rasa yang menurutku ini semua adalah negatif... Sangat tidak enak masih memendam hal-hal seperti ini... :'( Dan sekali lagi aku harus katakan kalau aku ingin sekali mengeluarkan semua rasa-rasa ini, ingiiin sekali!!! :(

Sering terpikir olehku sebuah cara yang menurutku cara ini adalah sangat ampuh untuk membersihkan hal-hal yang negatif itu, yaitu aku menceritakan semua apa yang aku rasa kepada seseorang yang bisa aku percaya. Orang tersebut haruslah bisa menerima diriku apa adanya. Ia bisa membiarkan aku untuk menjadi aku yang benar-benar seutuhnya. Apabila memang ada orang yang seperti aku bayangkan itu, aku memiliki keyakinan di dalam diri kalau aku bisa membersihkan hal-hal negatif yang ada di dalam diriku.

Jujur, aku butuh seseorang bisa dipercaya untuk menampung segala keluh-kesahku, segala suka-dukaku menjadi aku... Aku membutuhkan seseorang yang bersedia memberikan bahunya untuk tempatku menangis, aku membutuhkan seseorang yang bisa memelukku dengan hangat ketika aku menangis, aku membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tangisanku, aku membutuhkan seseorang yang bisa menerimaku untuk menangis meraung-raung seperti anak kecil, aku ingin diberikan ciuman hangat sebagai tanda kalau aku disayang olehnya, kalau aku berharga bagi dia.

Aku butuh seseorang yang selalu mendukungku kapanpun dan dimanapun, setiap saat. Aku bukan seorang yang kuat! aku seorang yang lemah, aku butuh dukungan selalu. Sekarang ini aku ingin sekali berkata kepada orang tersebut, "aku menyesal menjadi diriku... :'( tapi sayang orang tersebut belum aku temui, sekarang ini dia masih ada di khayalanku. Entah kapan orang itu bisa benar-benar hadir dalam dunia nyata, bukan hanya di dalam pikiranku...

Aku kesepian, aku butuh orang itu... Kapan dia akan datang menemui aku???

Tuesday, January 26, 2010

Capek...


Ah! udah beberapa minggu ini aku sering banget ngerasa ga enak... :( rasanya ga enaaak bangeeet... seperti ada sesuatu gitu 'disini' :'( ini bukan berbicara tentang penyakitku, tapi 'penyakitku' yang lain...

Mungkin tugas-tugas kampus yang membuatku jadi merasa seperti itu?atau karena teman yang selalu datang dan pergi?atau ada kemungkinan juga dari masalah lain?ya sepertinya karena ketiganya itu, ga perlu lah ditulis disini apa itu masalahnya... capeek rasanya... :'(

Terima kasih buat 'orang baik' yang udah mau temenin aku cerita, temenin aku ngobrol... sesuatu yang ga enak banget 'disini' udah sedikit berkurang, masih banyaak banget yang mau aku ceritain, tapi waktu udah ga mendukung, udah kemaleman... terima kasih ya... selamat malam 'orang baik'... GBU :)

Wednesday, December 30, 2009

Aku butuh privasi!!!

Aku tidak tahu apakah ini normal atau tidak normal? apakah ini wajar atau tidak wajar? Aku sangat mendambakan kebebasan, aku ingin memiliki privasi. Aku sangat ingin memiliki waktu dan tempat dimana aku bisa mengkspresikan apa yang aku lihat, apa yang aku dengar, dan apa yang aku rasa tanpa harus diketahui oleh orang lain, tanpa diganggu oleh keberadaan orang lain, tanpa dirusak oleh komentar dan pertanyaan dari orang lain

Hal seperti ini sangat sulit aku dapatkan :( entah kenapa aku selalu merasa dimata-matai terus (hanya hiperbola) sehingga aku merasa tidak nyaman, aku jadi takut untuk berkespresi, karena aku tidak memiliki privasi (menurutku).

Jujur ada banyak hal yang ingin sekali segera aku abadikan ke dalam bentuk tulisan sebelum semuanya terlupakan, tapi keinginanku itu hampr tidak pernah ada yang terwujud, lagi-lagi karena aku merasa tidak punya privasi :(

Ketika terlintas sesuatu hal dalam pikiranku, ingin segera aku menulis di buku tulis, tapi selalu aku urungkan niat itu, karena aku takut tulisan aku itu dibaca :( dan akhirnya apa yang terlintas dalam pikiranku itu hilang entah kemana. Aku tidak ingin kalau sampai tulisanku itu dibaca orang lain, entah aku normal atau tidak, aku berharap aku masih normal.

Oleh karena itu, aku membuat blog ini. Blog ini adalah tempat aku untuk berkespresi, tapi sayang apa yang ditulis disini tidak bisa up to date, karena tidak bisa setiap sedang keluar ide langsung ditulis (seandainya aku bisa menulis buku)

Di sini tidak ada orang yang bisa aku ‘percaya’. Maksudnya tidak ada orang yang bisa meyakinkan aku, menjamin aku kalau aku diberi kebebasan dan privasi. Mereka rasanya selalu ‘ingin tahu’ tentang aku. Argghh!! aku tidak suka itu!!!

Apa aku sudah memiliki kelainan psikologis? Anxiety disorder kah?haha.. aku tidak tahu, yang jelas itu yang aku rasa, aku benar-benar butuh kebebasan dan privasi. Sebenarnya hal ini bisa aku dapatkan, tapi hanya ketika malam sudah larut, kenapa harus ketika larut malam baru aku bisa dapatkan kebebasan?? :(

Aku merasa ide-ideku banyak yang terbuang sia-sia!! Arrrghh!!!

Thursday, October 15, 2009

Cara aku berdoa

Sebelum aku menulis ini, aku sempat membaca ulang sebuah majalah rohani edisi 1 tahun yang lalu, aku membaca sebuah tulisan yang berjudul "Berdoa Dengan Jari". Karena tulisan inilah, aku merasa doaku menjadi lebih terstruktur.

Tujuan aku membaca tulisan tersebut sebelum menulis ini, ya hanya sekedar ingin tahu apakah doa yang biasa aku lakukan ini sama persis dengan buku yang aku baca, dan ternyata setelah selesai membaca, aku malah jadi berpikir "kok caraku mengucapkan doa salah ya?" "kok sepertinya tidak tepat sasaran ya?" "kalau mengikuti cara yang ada di buku ini sepertinya lebih bagus deh"

Tapi beberapa detik kemudian, pikiranku yang baru datang lagi "ah, tidak ada doa yang salah." "Tuhan tidak melihat dari caraku mengucapkan doa, tapi dari mana sumber ucapan itu berasal, maksudnya apa doa yang aku ucapkan itu berasal dari hati atau hanya sekedar di bibir saja?" Ya, dan akhirnya aku memutuskan untuk yakin akan pikiranku yang baru datang itu hehe... tetap memilih caraku sendiri mengucapkan doa tapi dengan merubah sedikit.

Sesuai bacaan yang tadi aku baca, aku berdoa dengan menggunakan jari sebagai petunjuk, maksudnya menghubungkan antara jari dengan topik yang akan aku doakan, masih belum mengerti?lihat saja deh penjelasanku dibawah hehe.. mudah-mudahan bisa mengerti... :)

Sebelum aku mulai berdoa dengan jari, biasanya aku terlebih dahulu mengucapkan terima lasih kepada Tuhan. Ketika aku baru bangun tidur, aku akan mengucapkan terima kasih karena Tuhan telah menjagaku sewaktu aku tidur, dan Tuhan masih memberiku nafas kehidupan pada pagi hari ini, kalau malam sebelum tidur, biasanya aku akan mengucapkan terima kasih karena Tuhan telah memimpinku menjalani segala aktifitas di siang harinya.

Berdoa dengan jari dimulai... :)

Jari jempol

Jari jempol adalah jari pertama buatku sebagai petunjuk berdoa, karena jari ini paling dekat dengan aku ketika aku sedang berdoa.. :) di jari jempol ini, biasanya aku khusus berdoa untuk kakek dan nenekku. Tentunya kakek dan nenek dari kedua orang tuaku. Aku berdoa semoga dosa-dosa mereka bisa diampuni, dan mereka bisa masuk surga. Ya kira-kira seperti itulah inti doaku di jari jempol :)

Jari telunjuk

Di jari telunjuk, aku berdoa untuk keluargaku (ayah,ibu, dan adikku) aku berdoa semoga mereka selalu diberkati oleh Tuhan, dilindungi dari segala marabahaya, selalu diberi kesehatan, dan intinya sih aku berdoa yang baik-baik untuk mereka hehe.. isi doanya sih bisa berubah-ubah, hanya biasanya aku berdoa seperti itu :)

Jari tengah

Di jari tengah ini, aku berdoa sangat borongan. Aku berdoa untuk semua guru-guru (termasuk dosen-dosen) dan semua teman-temanku dari TK, SD, SMP, SMA, di kampus, dan juga di tempat dulu aku les. Ya tentunya aku berdoa yang baik-baik untuk mereka. Semoga mereka diberikan kesehatan, dilindungi dari segala marabahaya, diberi kekuatan bagi yang sedang menghadapi masalah, dan lain-lain. Lagi-lagi isinya ini bisa berubah-ubah juga, tapi intinya ya tetap sama. Terkadang aku suka berpikir, apa doaku ini bisa sampai ya?karena menurutku ini tidak secara detail kan aku sebutkan nama-namanya?tapi ya tetap saja sih aku tidak hiraukan pertanyaan-pertanyaan itu, karena aku percaya Tuhan tahu semua teman-teman dan guru-guruku (dan juga dosen-dosen).

Jari manis

Di jari manis ini, aku berdoa untuk diriku sendiri. Ketika di jari manis ini adalah saat-saat aku curhat dengan Tuhan, membicarakan semuanya yang ada di dalam aku (di dalam hati, pikiran, kepala, atau apapun itu nama 'tempatnya'.)

Jari kelingking

Di jari kelingking aku berdoa untuk semua orang miskin, orang-orang terlantar, orang-orang cacat dan juga orang-orang yang sakit. Aku berdoa semoga mereka semua diberi kekuatan, ketegaran, ketabahan dan keikhlasan untuk menjalani kehidupan mereka, dan untuk orang yang sakit aku tambahkan permohonanku, semoga mereka bisa menunggu dengan sabar sampai kesembuhan dapat mereka terima.

Di akhir doa, aku selalu menambahkan kalimat ini (tidak pernah ketinggalan) "terjadilah semuanya menurut kehendakMu, amin..."

Ya begitulah kira-kira caraku berdoa...

Wednesday, September 09, 2009

Ulang tahunku...

Hari senin 7 september 2009, aku genap berumur 22 tahun. Hampir tidak ada bedanya sih dibanding tahun kemarin... ada ucapan selamat dari kedua orang tuaku, adikku dan teman-temanku... baik teman SD/SMP sampai teman kuliah, dosen juga mengucapkan Happy Birthday kepadaku melalui Facebook.

Tidak ada acara makan-makan bersama teman-teman ataupun keluarga, selain mau pergi-pergi repot, aku juga tidak bisa makan makanan yang dijual bebas. Aku masih harus pantang.

Mungkin yang membuat sedikit berbeda dengan ultahku di tahun kemarin, tahun ini aku sudah kuliah.. sudah ada kegiatan, tidak seperti tahun kemarin yang hanya dirumah saja, untung ada internet. satu-satunya hiburanku adalah internet. Serasa sudah jalan-jalan kalau ada internet hehe...

Kemarin aku kok baru tersadar ya?kalau ada seseorang (yang bagiku cukup penting), dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun (lagi) kepadaku... :( dia adalah Ms. S. Mungkin karena waktu itu (7 september 2009) aku sedang membuat tugas Bahasa Inggris, sampai lupa dengan Ms. S.

Masih sangat aku ingat kejadian tahun lalu dimana Ms. S mengucapakan selamat ulang tahun kepadaku lewat telepon (HP), kurang afdol katanya kalau mengucapkannya melalui sms, ya jujur aku senang sih dia berbicara seperti itu, tapi di tahun ini (2009) aku tidak bisa mendengar ucapan selamat ulang tahunnya lagi :(

Ya sudah lah...

Oh iya, hasil lab hari ini kurang bagus, ureum creatinine sih ada kemajuan, tapi pH nya mengalami penurunan :( pH nya asam/6,5... yang harusnya basa/8...

Huuuuuuuuuuuuuhhhh..... :(

Saturday, August 08, 2009

Sedih...

Kemarin (7 Agustus 2009) aku pergi ke acara KRK Pak Benyamin Ratu. Acara ini mengingatkanku akan kejadian satu tahun yang lalu, memang sih tidak tepat satu tahun, kalau aku tidak salah tahun lalu acara ini diadakan pada tanggal 25 April 2009.Tanngal boleh beda, tapi tempat acara berlangsung tetap sama seperti tahun lalu. Ini membuat aku semakin terseret lagi ke tanggal 25 April 2009.

Ya! Di acara itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengan Ms. S, setelah hanya berkomunikasi lewat sms. Di tempat itu pula pertama kalinya aku melihat sosok atau wujud dari Ms. S. Haha... yang tidak terlupa dari Ms. S bagiku adalah rambut panjangnya yang berwarna pirang... Aku suka rambutnya.. :) Di KRK tahun ini, aku sangat berharap kalau aku bisa bertemu lagi dengan Ms. S, sangat berharap...

Jam 17:00 WIB aku bersama papi, mami, dan Ricky berangkat dari rumah menuju daerah kemayoran, tepatnya di MGK, dimana KRK berlangsung. Acara mulai jam 18:00 WIB tapi aku baru berangkat jam 17:00 WIB, itu sih sudah pasti aku akan datang terlambat.

Entah aku tiba jam berapa di MGK. Yang pasti sudah lewat dari jam 18:00 WIB. Aku segera turun dari mobil, dan seperti biasa duduk di kursi roda, langsung menuju ke lantai 10 (aku berada di lantai 9) dengan diantar oleh panitia dan papi.

Semakin aku mendekati tempat acara, semakiun jauh aku terhanyut dalam ingatanku tentang 25 April 2009 itu. Suara hentakan musik semakin terdengar jelas di telingaku. Memasuki ruangan, panitia yang tadi mengantarku dari lantai 9 menyerahkan tugasnya kepada panitia yang ada di dalam ruangan.

Aku di antar menuju ke tempat khusus yang memakai kursi roda, berada di sebelah kiri panggung (kalau kita menghadap ke arah panggung). Dari pintu masuk menuju ke tempat itu terasa jauh, dan berkelok-kelok, sudah ada banyak orang di dalam ruangan. Sambil terus di dorong kursi rodaku, aku sambil melihat-lihat, aku mencari Ms. S. Aku sangat berharap kalau dia ada di sekitar situ, tapi ternyata yang aku lihat kebanyakan hanya panitia :(

Ketika sampai di tempat khusus kursi roda, aku mau pipis dulu. Jadi, aku keluar lagi dari ruangan itu lewat pintu yang berbeda. Ketika aku keluar dari pintu itu, terlihatlah eskalator. Ini sungguh-sungguh mengingatkanku kepada Ms. S. Aku ingat sekali di sebelah kanan eskalator ada banyak tempat duduk dan meja, disalah pertama kalinya aku bertemu dengan Ms. S :(

Dengan terus berjalan menuju ke WC, aku masih berharap kalau bisa bertemu lagi dngan Ms. S. Dalam hati aku bilang, "mungkin dia datang telat, jadi aku bisa bertemu dia disini." dan kenyataannya, aku tidak bertemu dengan Ms. S :(

Ketika acara berlangsung, entah kenapa aku tidak bisa konsen mengikuti acara itu. Di dalam hati aku terus berdoa kepada Yesus : "Yesus, tolong aku dong, aku ingin bertemu dan ngobrol dengan Ms. S, kalau tidak ngobrol dengan dia, biarkan aku bisa melihat dia, hanya dengan melihat dia, aku sudah senang Tuhan, kalau aku tidak melihat dia, biarkanlah dia yang melihat dan menegur aku." itulah doa yang aku ucapkan ketika acara itu berlangsung.

Ditengah acara, aku mau pipis lagi, dan aku kembali berharap bisa bertemu dengan Ms. S. Sambil berjalan, aku melihat-lihat ke sekeliling dengan harapan bisa menemukan Ms. S. Lagi-lagi hasilnya Ms. S tidak ada... :(

Singkat cerita, acara selesai. Kalau boleh aku jujur, mau nangis aku rasanya, karena aku tidak bisa bertemu dengan Ms. S. Aku keluar ruangan dan aku juga mau pipis lagi. Aku kembali berharap kalau aku bisa bertemu dengan Ms. S. Ini adalah harapan terakhirku untuk bertemu dengan Ms. S (kalau dia ada di acara itu). Tetapi apa kenyataannya?aku tetap saja tidak bertemu dengan Ms. S... :(

Saturday, July 18, 2009

Surat untuk Ms. "S"

Halo S, kamu apa kabar?aku harap kamu baik-baik aja ya di sana… Udah lama banget ya kita ga ketemu, mm.. kira-kira sih udah ada setaun deh kita ga ketemu, terakhir kali kita ketemu waktu aku lagi di rumah sakit, aku lagi kemo yang ke-3 kalo ga salah.

Kalau boleh aku jujur, udah beberapa minggu ini aku inget sama kamu terus, aku kebayang kamu terus.. aku kangeeen bangeeet sama kamu. Aku ga tau apa kamu juga ngerasain yang sama kayak aku. Kamu kangen sama aku juga ga? Aku berharap kamu juga kangen sama aku.

Aku nyeseeel banget udah buat salah sama kamu, karena itu kita jadi ga komunikasi lagi, terakhir kamu bilang ke aku “hen, jangan sms kesini ya, aku udah punya cowo.” Sedih aku baca sms kamu. Setelah kamu sms kayak gitu, aku udah ga sms kamu lagi, dalem hati aku bilang, “ya aku harus tau diri lah, dia udah punya cowo.”

Pernah suatu waktu, aku lupa kapan, mungkin minggu kemarin, saking aku. Kangen banget sama kamu, pengen banget ngoborol-ngobrol sama kamu, aku sms kamu, aku bilang “met malem S, kamu apa kabar?” tapi ga ada balesan dari kamu, Sedih banget, harus putus hubungan sama kamu.

Aku jadi inget gimana dulu kita bisa kenal, aku tau nomor HP kamu dari lao se, guru mandarin kita hehe… mulai kita smsan, kita ngobrol-ngobrol banyak tentang apapun, kadang aku suka curhat sama kamu, kamu juga begitu. Kamu masih inget ga?hehe…

Waktu kita belum pernah ketemu dulu, aku pernah Tanya sama kamu, kamu ada friendster ga?terus kamu bilang, kamu ga suka maen gituan, terus kata kamu, mendingan langsung ketemuan aja, daripada dari friendster gitu.

Setelah beberapa bulan kita smsan, akhirnya kita ketemu juga. Itu pun ga sengaja lho kita bisa ketemu, maksudnya ga ada rencana khusus kalau mau ketemuan, eh ternyata bisa sama-sama mau pergi ke acara itu, sepertinya Tuhan tu udah kasih jalan gitu supaya kita bisa ketemu hehe.. Kamu inget ga kapan kita ketemuan pertama kali?hayoo… dimana?masih inget ga kamu?hehe… Kalo aku sih masih inget banget, kita ketemuan pertama kali tu tanggal 25 april 2009, waktu KRK penymbuhan Benyamin Ratu. Aku harap sih kamu masih inget, kalo ga inget juga gapapa sih.

Jujur, waktu mau ketemu itu aku ga PD lho hehe… agak grogi juga. Aku bilang sama kamu “kamu cari aku gampang, aku yang duduk di kursi roda warna merah.” Ya waktu itu aku udah mulai kemoterapi, waktu itu kemoterapi yang pertama. Sebelum acara mulai, aku masih smsan sama kamu, aku inget, kamu waktu itu telat dating ke acaranya, ga lama sih telatnya, terus aku inget, kamu waktu itu Tanya sama aku, disana dingin ga, kalo dingin kamu mau bawa jaket. Seneng banget aku nginget2 waktu itu lagi hehe..

Sewaktu lagi di mobil aku ngebayangin, gimana ya nanti kira-kira ketemunya, di bayangan aku, kita ga sengaja duduknya tu deketan, eh ternyata ga gitu, kamu jauuuh di belakang, kamu kalo ga salah duduknya deket pintu keluar deh, karena kamu datengnya telat.

Singkat cerita, setelah selesai acara pun kita ga langsung ketemu, soalnya waktu itu mau ketemu temen aku, temen aku yang nyanyi di depan itu lho, yang cewek, kamu inget ga?hehe… Kamu bilang kamu ga bisa lama-lama, soalnya kamu udah mau dijemput.

Setelah beberapa lama, akhirnya aku selesai ngobrol sama temen aku, aku langsung sms kamu, aku tanya “kamu ada dimana?” terus kamu jawab, “ aku ada di luar ……… (lupa ngomong apa), coba tebak aku yang mana?”hehe.. bener kan kamu ngomong gitu?

Aku keluar ruangan sambil di dorong sama papi aku, aku ke arah yang kamu bilang, kalo ga salah kamu ada kash tau warna baju kamu apa deh, lupa juga sih aku. Tapi yang jelas waktu itu aku bener-bener bingung kamu dimana, kamu ga kasih tau ciri-ciri kamu yang jelas sih.

Yang aku inget, aku jalan ke arah eskalator, tapi aku ke sebelahnya gitu. Lagi jalan, tiba-tiba ada seorang cewek yang nyamperin aku, terus nanya ke papi aku, “Hendry ya?” hehe… akhirnya ketemu juga deh sama kamu… Rambut kamu di cat, warna coklat. rambut kamu panjang, aku suka hehe…

Jujur, aku agak grogi juga sih hehe.. kita mulai ngobrol-ngobrol deh, aku lupa, apa aja yang kita obrolin hehe… yang aku inget, kalo ga salah, kamu suruh aku buka topi deh, aku lupa-lupa ingat nih hehe.. aku ada bilang, dulu rambut aku panjang, segini nih (sebahu), sekarang jadi pendek :( kamu bilang ga papa, bagusan kayak gini (udah jadi cepak), kamu masih inget ga?hehe..

Aku ga tau kita berapa lama ngobrol, akhirnya kamu bilang kalo kamu udah mau pulang, udah dijemput sama cici kata kamu.

Setelah pertemuan kita itu, kita tetep smsan, masih tetep aja seperti dulu waktu sebelum ketemu, malahan menurut aku, kita malah semakin deket. Kamu bilang aku ga banyak ngomong waktu kita ketemu (perasaan aku udah banyak ngomomg lho waktu itu).

Aku masih inget waktu kamu pertama kali dateng ke rumah sakit jenguk aku, kalo ga salah aku waktu itu lagi kemo yang kedua. Kamu dateng malem, mungkin sekitar jam setengah sembilan atau setengah sepuluh malam deh, soalnya lampu di kamar rumah sakit udah mati semua sih..

Kamu dateng bertiga, kamu, cici kamu, terus sama pacarnya cici kamu. Mmm.. kamu waktu itu pake baju model kodok atau monyet, aku gat au deh namanya apa, pokoknya yang sejenis kayak gitu, yang kayak pakean montir gitu hehe… kamu inget kan? Cuma sebentar aja sih kita ngobrol-ngobrol terus kamu pulang, udah malem juga sih waktu itu.

Aku lupa tanggal berapa waktu itu, yang pasti sih itu hari minggu, kalo ga salah sih waktu itu aku kemo yang ke-3 deh. Aku lagi sendiri aja kan di ranjang, sambil nunggu mami dateng dari rumah, katanya mami dateng sekitar jam 2an. Tiba-tiba kamu dateng, seneng banget aku, kamu dateng sama cici kamu n cowonya cici kamu, tapi mereka Cuma sebentar aja, kamu ditinggal berdua sama aku.

Setelah kita ngobrol-ngobrol, kamu suruh aku makan buah jeruk, mm… kalo ga salah sih jeruknya itu dari kamu juga deh. Kalo ga salah inget sih, kayaknya aku waktu itu sedikit dipaksa deh makan jeruknya hehe.. Waktu aku mau buang biji jeruknya, aku minta tolong diambilin tisu sama kamu, tapi kamu bilang, “buang disini aja.” (kamu tadahin pake tangan kamu gitu) terus aku bilang, “ga usah, pake tisu aja.” Kamu bilag, “ga papa, disini aja.” Sempet sedikit berdebat gitu sama kamu, ya tapi akhirnya aku nyerah juga deh.

Di dalem hati aku tuh bertanya-tanya, “kamu koQ bisa sih mau kayak gitu?” “apa kamu ga geli?itu kan bekas mulut aku biji jeruknya?” ga nyangka kamu bisa kayak gitu ke aku.. kamu baiik banget.

Terus kamu inget ga yang ini, kamu suruh aku buka topi (kamu dateng, aku lagi pake topi, ga mau lepas topinya juga sih aku, abisnya aku malu, botak sih waktu itu hehe..) kamu buka topi aku, teru kamu bilang, “kan bagusan gini” huhu.. (tapi sebenernya sih aku malu) terus sambil ngobrol, aku lupa kita pas lagi ngobrol apa ya waktu itu, kamu pegang pipi aku. Jujur, aku waktu itu juga mau pegang pipi kamu, ga maksud mau gimana-gimana sih, mm.. aku cuma mau nunjukkin ke kamu kalo… kalo… aku… suka sama kamu, tapi tuh aku mikir, aku bukan sapa-sapa kamu, lebih baik aku ga usah.

Oya kamu ada bohong nih sama aku, kamu inget ga?hayoo.. waktu cici kamu baru pergi ninggalin kamu, aku liat di bawah deket ranjang ada kantong gitu, aku ga tau isinya apa. Aku Tanya sama kamu, “itu barang siapa?” kamu bilang, “itu punya cici..” terus waktu kamu pulang kamu ga bawa kantongnya itu, terus aku bilang gini, “itu barangnya ketinggalan.” Terus kamu bilang gini, “itu buat kamu.” Bohong kamu ya hehe.. padahal tadinya aku Tanya kamu, katanya punya cici.. Ga nyangka lho aku waktu itu, kalo aku bakal dapet barang dari kamu.

Itu adalah hari terakhir kita ketemu :(. Hari itu hari yang paling berkesan buat aku, kamu baiiiik banget sama aku.. Kita ngobrol-ngobrol banyak hari itu, aku seneeeng banget.. Kamu lama juga temenin aku, dari pagi sampe malem, kalo ga salah kamu pulangnya itu sekitar jam ½ 7 kl ga jam 7an deh.

Sampe sekarang barang yang kamu kasih ke aku, masih aku simpen koQ, aku ga mau buang, buat kenang-kenangan. Aku masih inget banget suara kamu sampe hari ini, bisa kebayang gimana suara kamu, mungkin kalo kamu telpon aku pake no hp laen, aku pasti tau itu kamu. Cuma aku sedih banget ga bisa inget muka kamu gimana :( aku nyesel kenapa waktu terakhir kita ketemu, aku ga Bluetooth foto-foto kamu yang ada di hp, nyeseeel banget.

Aku rasa aku udahin dulu deh ya surat buat kamu, udah panjang juga nih aku nulis, aku masih berharap banget kalo kita masih bisa ketemu lagi n bisa ngobrol-ngobrol lagi kayak dulu. Kalo nanti aku udah sembuh, aku udah bisa jalan lagi, aku mau dateng ke gereja kamu, biasanya kamu ikut misa hari minggu kan?kalo ga salah jam 10an deh misanya, mudah-mudahan aja jadwal misa kamu ga berubah, kalo ga aku dateng ke acara PD di gereja kamu, jam 7 malem kalo ga salah, mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi…

Wednesday, June 10, 2009

Kecewa.....


Kemarin 9 juni, seseorang yang udah aku anggep dd sendiri, yang biasa aku panggil meme, ulang tahun, ulang tahun ke-20 dy... pagi2, sewaktu bangun tidur, aku langsung sms dy, ucapin met ultah lewat sms, tapi pending..

Setelah mungkin sekitar 15 menit, baru delivered, bis itu baru ada balesan dari dy, tapi balesannya itu lho, cuma 'thanks' aja.. hiks.. :'( padahal sms aku lumayan panjang lho.. emang c cuma lewat sms ucapinnya, tapi itu aku ucapin tulus koQ, kenapa balesnya cuma kayak gt aja yah??? hiks... :'(

Emang sih kita udah jarang kontek2an... mungkin karena itu juga ya dia jadi ky gitu... huh... :(