Showing posts with label Bunga Tidur. Show all posts
Showing posts with label Bunga Tidur. Show all posts

Wednesday, October 02, 2013

Lucid dream?

Senin, 8 April 2013

Seperti biasa aku tidak ingat bagaimana caranya aku bisa berada di tempat ini. Aku sedang berada di sebuah rumah, tepat di sebuah ruangan yang sepertinya adalah ruang tidur. Aku tidak tahu ini rumah dan ruangan milik siapa. Posisiku ada sedang tidur rebahan, hanya rasanya bukan di kasur maupun di lantai, entah di mana (mungkin di karpet?) Aku tidak sendirian di ruangan itu, bersamaku ada seorang teman wanita sebut sama namanya L. Dia tidak tidur di sebelahku, tapi cukup dekat jaraknya denganku. Aku tidak tahu apa yang sedang dia lakukan.

Tiba-tiba tangan kananku yang aku letakkan di bagian perut merasakan ada sesuatu yang sepertinya agak basah. Dan aku baru sadar di perutku berbaring seorang batita (kira-kira berumur satu tahun), sepertinya laki-laki sedang menjilat-jilat tanganku. Aku tidak melihat anak itu secara langsung sedang menjilat tanganku, aku hanya merasakannya seperti itu. Aku merasa agak jijik, tapi aku juga merasa ini adalah hal wajar sebagai bentuk permainanku dengan si anak itu. Kemudian tangan kiriku mulai meraba-raba wajah dari anak itu, entah ini maksudnya apa?ketika wajahnya tertutup oleh tanganku, kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, menghindari wajahnya ditutup tanganku.

Sekarang aku berada di sebuah food court yang luas, duduk di kursi kayu, meletakkan tangan dan kepala di meja panjang yang ada di depanku. Duduk di depanku masih teman yang sama, si L. Tidak lama aku tiduran di meja aku berbincang-bincang dengan L. Entah apa yang aku bicarakan dengannya. Lalu aku pindah meja, pindahnya bukan dengan cara berjalan, tapi tiba-tiba saja aku sudah duduk di tempat yang baru (tapi masih di dalam food court yang sama). Di sini aku sempat mengatakan kepada L, "gw ngantuk, ngantuk banget" dan aku kembali meletakkan kepalaku di lipatan kedua tanganku yang bertumpu pada meja kayu.

Lokasi berubah lagi, aku sedang berjalan kaki menuju ke rumah. Sudah sangat dekat dari rumah, keadaan sekitarpun sudah aku kenali. Sekitar 100 meter dari rumah. Anehnya aku merasa seperti di pandu oleh dua orang yang ada di depanku, keduanya adalah laki-laki. Yang tepat di depanku sepertinya memakai celana panjang seragam SMA, bajunya aku tidak tahu. Dan yang berada di paling depan aku tidak tahu dia memakai apa. Sudut pandangku bukan melihat punggung kedua orang itu, tapi aku melihat mereka dari arah sebelah kanan mereka. Aku tidak melihat diriku berada di belakang kedua orang itu, tapi merasa aku berada di belakang mereka. Tiba-tiba aku melihat orang yang memakai celana SMA tidak ada badan dan kepalanya, kakinya terus melangkah. Aku melihat ke orang di depannya, kakinya yang tidak ada, hanya ada kepala dan badannya dia menengok ke arahku kemudian tertawa. Kembali aku melihat ke orang yang memakai celana SMA, dia sudah tidak ada lagi. Entah kenapa aku merasa, bahwa aku sendiri yang membuat si celana SMA menghilang dan orang yang di depannya kakinya hilang. Dan cara yang kupercayai itu juga tidak masuk akal, aku merasa memakan orang itu. KRES seperti makan krupuk dan sebagian kerupuk hilang, seperti itulah.

Jalan menuju rumah semakin dekat, aku sudah tiba di depan gang rumah. Akupun tersadar kalau aku sudah sendirian. Entah pergi ke mana si orang tanpa kaki itu. Baru berjalan beberapa meter, kira-kira melewati dua rumah aku tidak bisa melanjutkan untuk masuk. Seperti ada tembok transparan yang menghalangiku. Dan aku merasa seperti mau terpental ke belakang, akhirnya aku memutuskan untuk memasrahkan diri. Secara perlahan aku terangkat dari tanah (kira-kira 30 cm), merasa tertarik ke belakang beberapa meter dan kemudian tarikan itu berhenti dan aku diam dengan keadaan mengambang. Ingin maju tidak bisa, ingin mundur pun tidak bisa. Di sini aku sadar, kalau aku sedang berada di dalam mimpi. Beberapa hari yang lalu aku baru membaca artikel-artikel tentang lucid dream dan di artikel itu dikatan perlunya utk melakukan reality check. Dalam keadaan mengambang dan diam di tempat itu, aku menutup hidungku (memencet hidung). Cukup susah untuk mengangkat tangan kananku sampai ke hidung, karena rasanya sangat lemas, seperti tidak ada tenaga untuk mengangkat tangan. Setelah hidung ditutup, kemudian aku membuang nafas sekuat mungkin dari hidung (seperti mau membuang ingus), dan hasilnya adalah aku tetap bisa mengeluarkan nafas! Dari artikel yang aku baca, ini artinya aku benar-benar berada di dalam mimpi. Setelah aku melakukan reality check, aku menyadari satu hal aneh lagi, jari-jari tangan kananku membengkak.

Cukup terkejut aku dengan hasil dari reality check yang aku lakukan. Aku langsung berpikir ingin terbang haha... Dari yang aku baca, aku harus mulai melompat-lompat kecil terlebih dahulu. Aku langsung coba praktekkan itu, tapi tetap saja tidak bisa. Aku masih mengambang dan tidak bisa bergerak maju ataupun mundur. Aku ingin keluar dari keadaan seperti ini, aku melihat di sebelah kiriku ada beberapa helai pakaian (entah itu jaket atau kemeja atau kaus) berwarna hitam. Aku ingin meraih pakaian itu dan aku jadikan alat untuk membuatku bisa bergerak mundur. Tapi tangan kiriku tidak diangkat lebih tinggi dari pinggangku, sangat tidak bertenaga tangan kiriku. Kemudian aku mulai merasakan takut, "waduh ini gimana kalau kejebak begini terus?" Tidak sampai 10 detik aku tersadar dari mimpi dengan membelokkan kepalaku ke arah kanan secara cepat dan mata masih tetap terpejam.

Ini pengalaman pertamaku melakukan reality check di dalam mimpi.

Thursday, September 13, 2012

Ontario?

Cerita berawal dari sebuah tempat yang agak gelap, hanya terkena sinar matahari dari jendela-jendela dan pintu-pintu yang terbuka. Tempat itu terdiri beberapa ruangan. Aku berdiri dan sedikit kebingungan, "di mana aku sekarang?" Itulah pertanyaan yang terlintas dalam pikiranku. Belakangan aku baru tahu bahwa aku sedang berada di rumah sakit. Di sekitar tidak begitu banyak orang, tetapi memang terlihat cukup sibuk. Tidak ada yang satu orangpun yang menyapaku di sana.

Kemudian aku melihat seorang pria bertubuh besar agak gemuk dan tinggi, aku tidak ingat warna rambut dan warna kulitnya. Yang bisa aku ingat orang itu bukan seorang indonesia, karena dia bule. Pria itu keluar dengan agak tergesa-gesa dari salah satu ruangan yang ada di tempat itu, di sebelahnya aku melihat seorang anak kecil sekitar berumur 10 tahun terbaring di sebuah ranjang dorong. Aku tidak ingat pria itu berbicara dengan menggunakan bahasa apa, dari cara bicaranya aku menyimpulkan bahwa mereka adalah ayah dan anak, tapi anak yang sedang tidur di ranjang dorong adalah orang indonesia. Anak itu memang tidak berbicara, tapi aku melihat dari ciri-ciri fisiknya saja. Aneh juga...

Tiba-tiba saya sudah berada di ruang tunggu sebuah penginapan, sepertinya ini adalah tempat menginap rumah sakit. Aku tidak tahu bagaimana caranya aku bisa tiba di tempat ini, hanya saja aku meyakini bahwa aku mengikuti pria bule tadi hingga akhirnya sampai di sini. Di tempat ini suasana berbeda, aku merasa lebih kenali karena ada seorang ibu-ibu yang orang indonesia juga, bertubuh agak gemuk. Anehnya, dia sedang berbicara dengan ibuku, aku lupa apa yang mereka bicarakan. Yang aku ingat aku bertanya kepada ibuku, "mi, ini di mana?" Ibuku menjawab dengan ogah-ogahan, sambil ngeloyor pergi dia menjawab, "inggris". Aku sedikit tidak yakin dengan jawaban itu, aku memandang itu gemuk itu dan dia langsung mengatakan, "ini di ontario." Aku kaget, "ontario kanada?" Ibu itu menjawab, "ya".

Sekarang aku sedang berjalan di tengah keramaian. Dan seperti biasa aku tidak tau bagaimana caranya aku bisa berada di sini. Aku meyakininya bahwa aku di ajak keluar dari ruang tunggu tadi oleh ibu gemuk itu, karena sekarang dia sedang berjalan di sampingku. Aku sedikit bingung, jika ruang tunggu tadi adalah tempat menginap di rumah sakit kenapa suasana di luarnya seperti ini? Keadaan di tempat aku berada ini sangat ramai orang lalu-lalang. Sepertinya ini adalah tempat wisata, apalagi ditambah jalanan yang aku injak ini ada ubinnya (jadi seperti di dufan). "Enaknya di sini walaupun siang tetep adem ya bu." Kataku kepada si ibu gemuk. "Masa?" Katanya. Hanya percakapan itu yang aku ingat.

Suasana pindah lagi, aku duduk disebuah kursi panjang (kursi baso). Di depanku sebuah meja. Aku sedang berada di pantai. Di sebelah kananku adalah ibuku, di sebelah kanan ibuku adalah anak yang pertama kali aku lihat terbaring di ranjang dorong dan ayahku ada di belakangnya anak itu (karena kursi panjangnya membentuk huruf L). Di sebelah kananku ada sebuah pertunjukkan dari beberapa orang, entah itu pertunjukkan apa. Seperti cheerleader, orang-orang itu berdiri di bahu orang yang dibawahnya sampai 3 tingkat. Pertama kali aku melihat itu, aku tidak tahu mereka siapa. Akhirnya aku sadar juga kalau mereka adalah TNI AL indonesia, aku mengenali seragam mereka. Aku sempat memfoto atraksi tersebut dengan menggunakan handphone. Aku tidak ingat percakapan yang terjadi di sana, aku hanya tahu bahwa kami menginap di sebuah kamar dengan biaya 2 juta rupah/malam.

Sepertinya banyak hal yang tidak bisa aku ingat lagi dari mimpi semalam. Berikut adalah sepotong kecil (kalau yang di atas bisa dikatakan utuh :)) kejadian yang masih bisa aku ingat:

1. Sepertinya aku baru pulang dari pantai tadi dan suasana sudah cukup gelap seperti maghrib, aku melihat jam tangan ternyata baru jam 5:15. Aku berkata, "di sini cepet gelapnya ya." Entah aku berkata kepada siapa itu.

2. Sampai di depan penginapan tadi aku melihat ayahku menelepon dengan handphonenya yang biasa, dan aku tahu kalau dia belum mengganti sim card yang biasa digunakan di indonesia., kemudian aku melihat sinyal di handphoneku tidak ada sama sekali.

3. Ibuku berteriak memanggil anak yang pertama kali aku temui dan mengambil sebotol anggur merah dari anak itu. Kemudian ibuku menuangkannya ke dalam tiga gelas. Satu gelas untuk ayahku, satu gelas untuk ibuku, satu gelas untuk aku. Langsung aku minum anggur tersebut dan rasanya enak, manis tapi di tenggorokan terasa panas (aku lupa rasa anggur merah yang sebenarnya, seingatku pahit).

4. Ini adalah hal yang paling tidak bisa aku ingat. Adikku ada di dalam mimpi itu. Dia datang terlambat ke ontario, tapi aku tidak ingat apa yang dia lakukan, apa yang dia bicarakan atau minimal peran apa dia di mimpi itu. Aku tidak ingat.

Saturday, October 29, 2011

Kesurupan!!!

Aku lupa kapan tepatnya, mungkin kejadian ini kira-kira berlangsung pada bulan lalu. Jadi, begini ceritanya...

Seorang temanku yang satu kampus dan juga satu jurusan bercerita tentang seorang dosen yang mengajar teologi. Dan menurut pengakuan dosen tersebut, semester ini adalah terakhir kalinya ia mengajar di kampus, ia akan mengambil S2 dengan jurusan yang sama (teologi).

Aku cukup penasaran dengan mata kuliah itu, sayang aku sudah tidak kuliah lagi :( karena rasa penasaran itu, jadilah aku bertanya-tanya kepada temanku itu mengenai pelajaran teologi itu. Ternyata apa yang dikatakan oleh temanku itu membuatku sangat terkejut.

Dosen teologi itu berkata seolah-olah dia bukan seorang kristen! Berikut ini adalah beberapa hal yang diucapkan oleh dosen tersebut berdasarkan cerita dari temanku:

1. Mujizat yang dibuat oleh Yesus adalah mitos. Mujizat yang dikatakan oleh dosen itu adalah tentang lima roti dan dua ikan. "Kamu harus bisa membedakan antara mitos dan kenyataan" begitu kata temanku menirukan perkataan dosen itu.

2. Yesus bukanlah Tuhan. Inilah yang paling fatal. Mana ada seseorang yang mengaku dirinya adalah kristen tetapi tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Bila ia bisa mengatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, sudah pasti dia bukan kristen. Yang aneh adalah kenapa seorang yang bukan kristen bisa mengajar teologi?

3. Banyak hal-hal yang tertulis di dalam alkitab tidak masuk akal. "Walaupun begitu (banyak yang tidak masuk akal) tetapi tetap saja alkitab berada di tempat tertinggi." Sekali lagi pernyataan ini menunjukkan bahwa dia bukan seorang kristen.

Tapi entah kenapa jujur aku sempat sedikit percaya terhadap perkataan dosen itu :( ah aku sudah meragukan Tuhan :'( setelah keraguan itu, pada malam harinya aku bermipi. Tidak banyak yang bisa aku ingat (sayang sekali aku tidak langsung menuliskan mimpi itu), kira-kira seperti ini mimpinya.

Aku berada di sebuah rumah, tepatnya berada di bagian gudang yang seperti di film-film barat (itu lho yang gudangnya ada di bagian atap, semoga mengerti). Aku merasa baru saja terbebas dari kesurupan (aku baru tahu kalau aku kesurupan setelah diberitahu oleh ayahku), lalu aku mengingat-ingat lagi perasaan-perasaan saat aku kesurupan. Sejauh ingatanku (di dalam mimpi) aku merasa bahuku sangat berat, mungkin seperti ditekan rasanya. Hanya itu yang kuingat. Kata ayahku yang merasukiku adalah seorang (setan) profesor. Perasaanku bercampur antara takut, bersyukur dan tidak percaya. Takut dengan setan itu, bersyukur karena aku bisa terbebas dan tidak percaya karena pada akhirnya akupun mengalami kesurupan.

Tidak lama setelah aku mengetahui siapa yang merasukiku itu, akupun langsung terbangun dengan perasaan yang sama seperti di dalam mimpi. Dan aku langsing teringat akan cerita temanku tentang dosen teologi itu. Entah kenapa aku sangat yakin mimpi itu sangat erat hubungannya dengan cerita temanku itu. Menurutku mimpiku itu adalah peneguhan dari Tuhan tentang diriNya.

Yang membuatku mengatakan mimpi ini adalah berupa peneguhan untukku adalah berdasarkan analisaku sendiri, seperti ini:

1. Aku yang kesurupan.

Aku analogikan kejadian ini dengan pemikiranku (di dunia nyata) yang 'kerasukan', dalam hal ini adalah mengenai keraguanku tentang keberan akan ajaran Gereja (aku sedikit terhasut oleh kata-kata dosen yang diceritakan temanku).

2. Setannya adalah seorang (se-setan) profesor.

Hal ini menambah lebih jelas lagi arti mimpiku itu. Setan yang merasukiku itu adalah seorang yang pandai (profesor). Aku analogikan setan di dalam mimpiku itu adalah ucapan-ucapan yang keluar (yang tidak benar) dari mulut si dosen teologi itu. Dan profesor aku analogikan sebagai dosen itu sendiri, mengapa?karena profesor dan dosen sama-sama identik dengan orang yang pintar.

Ya kira-kira begitulah analisaku yang cupu itu. Aku sangat bersyukur ketika pada pagi hari aku terbangun, keraguanku langsung hilang tanpa jejak. Aku meyakini itu adalah salah satu bimbingan Allah untukku melalui mimpi. Aku sungguh sangat menyayangkan kenapa bisa sampai ada dosen teologi yang mengatakan seperti itu :(

Friday, August 06, 2010

Kakiku bisa ditekuk! :)

Mimpi kali ini buat aku bingung, aku ga tau harus sedih atau seneng. Aku sedih karena ternyata itu bukan nyata, aku senerng karena mungkin itu tanda kalau akan menjadi nyata. Aku berharap, yang kedua yang akan terjadi :)

Jadi gini mimpinya...

Sebelum hal menyenangkan itu aku alami, aku berada di suatu tempat yang aku ga tau. Yang aku tahu disitu adalah tempat untuk berlangsungnya sebuah konser musik. Aku ga tau itu konser band atau penyanyi solo?aku juga ga tau musisinya berasal dari dalam negeri atau luar negeri?

Biar aku gambarkan sedikit keadaan yang ada di sana, sedikit aneh memang (namanya juga mimpi hehehe...) Panggung berada ditengah-tengah penonton, yang artinya penonton berada di sebelah kanan dan kiri panggung. Aneh bukan?

Untuk kondisi tempat penonton juga aneh. Terdiri dari 2 lantai tapi tidak ada tempat duduk sama sekali, yang tambah aneh lagi tempat penonton yang di lantai 2 lebih terlihat hanya sebagai atap. Tempat penonton di kanan-kiri panggung kondisinya sama. Setiap kali aku duduk di lantai yang kedua itu, pasti ada suara yang memintaku untuk pindah dari situ, dengan alasan tempat itu sudah disediakan untuk kevin (entah kenapa mendengar nama itu, aku langsung teringat nama seorang temanku di SMA). Setelah diminta pindah dari lantai 2 akupun pindah ke lantai 3. Nah di lantai 3 ini, aku tidak melihat gambaran tentang diriku, aku hanya meyakini kalau aku di lantai 3.

Konser musik itu tidak pernah mulai, tapi aku yakin di sana berdiri seorang pria dengan rambut panjang dan pirang memegang gitar. Sekarang sewaktu menulis ini, aku jadi berpikir itu adalah SLASH hahaha... Sepertinya ternyata nonton berita konser slash terbawa ke dalam mimpi. Sedikit informasi di mana tempat aku berada. Musisinya itu menghadap ke arah sebelah kiriku, sehingga aku hanya melihat bagian kiri dari tubuhnya saja. Masih abstrak memang.

Setelah mimpi berada di tempat konser itu, secara tiba-tiba aku berada di lapangan badiminton. Aku masih memakai dekker di kaki kiriku. Aku berdiri tanpa menggunakan tongkat, tapi aku menggandeng adikku di sebelah kiri sebagai pegangan. Dan ajaibnya aku main badminton! Hahaha... walaupun aku tidak digocek sih. (Oh ya lawanku adalah teman kampus). Ketika kok jatuh ke tanah aku berusaha untuk mengambil kok dengan menggunakan raket (dicongkel gitu) tapi ga bisa-bisa :( dan ketika aku mau servis, juga ga bisa-bisa :(

Tiba-tiba berubah lagi keadaannya, aku sudah berdiri sendiri sekarang. Tidak sedang tidak main badminton, tapi berada di tengah lapangan badminton. Aku lupa ya sedang ngapain di sana, tapi di sana tetap ada adikku dan teman kampusku. Yang aku ingat, aku selalu jatuh ke sebelah kiri setiap mau melangkah. Aku tidak ingat aku mau ngapain waktu itu. Tapi jatuhnya itu tidak membuat sakit, aku merasa jatuhnya itu seperti disengaja. Mungkin lebih dari 3 kali ini terjadi. Entah sudah jatuh yang keberapa kalinya, aku merasa kakiku enak, sudah tidak ada rasa kebas lagi. Aku lihat kakiku, ternyata sudah tidak memakai dekker dan aku gerakkan kakiku ternyata bisa nekuk sampai 90 derajat! Masih belum normal sih itu, tapi seneng banget kalau misalnya itu beneran terjadi.

Dan lagi-lagi keadaan berubah lagi. Aku seperti sedang duduk di sebuah restoran yang sangat ramai. Di depanku ada meja yang berisi perlengkapan makan (mungkin juga sudah ada sayurnya, tapi aku tidak tahu pasti). Dan di situ aku dan teman kampusku memegang raket untuk pingpong, aneeh... Oh iya adikku tetap ada, dia di sebelah kananku. Teman kampusku itu marah-marah terhadap seseorang yang telah merebut tempat main pingpongnya, aku tidak melihat orang itu, tapi aku merasa pernah melihat orang itu karena aku juga merasa diganggu oleh orang itu saat sedang bermain dengan temanku. Orang itu adalah seorang laki-laki bertubuh gemuk (lebih gemuk dari aku yang dulu), berambut pendek tapi tidak cepak. Itu saja yang aku tahu. Oya, temanku juga sempat menggerutu seperti ini, "lu ga liat waktu dia getok-getok netnya (pakai raket pingpong)?"

Setelah itu aku terbangun oleh alarm handphone. Mimpi yang aneh... Semoga saja kaki yang nekuk itu bisa menjadi kenyataan, amiiin... :)

Monday, July 12, 2010

Cewek misterius

Tadi pagi aku bangun-bangun ngerasa senang, senang karena dapet mimpi yang bagus hehe… :) Cuma satu hal yang buat sedih sekarang, karena mimpinya ga bisa aku ingat dengan detail yang bagus :( jadi begini mimpinya…

Aku ngerasa sekarang ini ada di sebuah pulau, dan lagi liburan. Aku ga tau ada di pulau apa tapi yang jelas pulau itu rame, banyak orang lain yang juga lagi liburan (sepertinya). Kalau aku ga salah inget, aku sempet main-main lempar-lempar bola gitu sama beberapa orang, tapi aku ga tau itus siapa.

Nah terus tiba-tiba aku ada di kerumunan orang yang lagi nonton sebuah pertunjukkan. Pertunjukkan orang naik motor cross gitu, trus yang naek motor ngelakuin trik-trik gitu. Gimana ya jelasinnya, ya pokoknya gitu (semoga ngerti). Aku berada di barisan penonton di barisan kedua. Di depan aku seorang cewe, di belakang aku seorang cowo (keduanya aku ga tau itu siapa). Oh ya dan keadaan disitu sangat ramai penonton. Mungkin karena saking ramainya tempat itu aku jadi terdorong (sebenernya ngerasa didorong sih, sengaja nempel-nempelin badan gitu) sama cowo yang dibelakang aku. Aku langusng bilang “woi, jangan dorong-dorong donk!”

Terus tiba-tiba aku udah ada di bagian paling depan. Dengan hanya dibatasi tembok setinggi dada terlihat jelas arena pertunjukkan itu. Jadi tempatnya tuh gini : tempatnya kayak kawah gitu (bentuknya aja yang kayak kawah, tapi bukan kawah) , bentuknya cekung nah aku ada di sisi cekungan itu (semoga mengerti). Aku sempat berpikir kenapa aku bisa tiba-tiba ada di bagian paling depan?mungkin karena cewe yang di depan aku tadi itu pergi jadi aku bisa ada di depan sini.

Ketika berada di depan situ, aku merasa antara menonton dan tidak menonton pertunjukkan itu. Dan tiba-tibak datang 2 orang polisi dihadapanku, polisi itu berdiri berjajar dengan posisi aku lebih diatas dari dia (karena polisi itu berada di dalam cekungan) kemudian polisi itu ngomong, “jangan kasih kode donk, nanti saya bisa dimarahin.” Waktu polisi ngomong gitu aku sebenernya bingung. Bingung karena aku ga tau siapa yang diajak ngomong sebenernya sama polisi itu?aku sih yakin kalau aku yang diajak ngomong sama polisi itu, waku mau coba liat mata polisi itu tapi ga keliatan :( dan satu lagi, aku juga ga ngerasa kasih kode apa-apa kok.

Aku juga sempet tanya ke cowo yang disebelah aku, “emang tadi gw kasih kode?” ga ada jawsaban dari dia. Nah di sini aku baru sadar kalau orang di sebelah kanan aku adalah seorang cewe hehe… nah sialnya disini aku kurang begitu inget apa aku juga nanya lagi ke cewe itu apa ga. Yang aku inget, aku sama cewe itu sempet ngobrol-ngobrol masalah “ga keliatan.” yang aku inget kalimat dari dia, “aku juga sama ga keliatan.” Seneng banget waktu tau ada orang yang sama kayak aku. Nah terus ada bagian dimana aku bisa liat dia secara keseluruhan (dari kepala sampai kaki, sepertinya ini terjadi tiba-tiba) dia memakai kaos warna putih dan kalo ga salah celana pendek warna merah, kulitnya putih, dan badannya sedeng aja (ga terlalu kurus dan ga terlalu gemuk). Sewaktu aku bisa liat dia secara keseluruhan, keliatannya suasana sepi (tapi aku tau, aku masih di tempat yang ramai). Keliatan sepi karena dia bisa berdiri sekitar 5 langkah di depan aku dengan merentangkan dua tangannya.

Dan ini bagian yang penting menurut aku, tapi sayangnya lupa kejadian detailnya :’( cewe itu kasih aku nomor handphonenya, aku lupa kenapa dia kasih nomor handphonenya, mungkin supaya bisa ketemu lagi (sebenernya di mimpi ada penjelasannya, tapi aku udah lupa :( cewe itu kasih nomor handphone juga aneh banget, ga bisa aku inget! (biasanya nomor HP aku ga ssh ingetnya) yang aku bisa inget Cuma 2 angka di depan, yaitu 56 (aneh banget no HP nya) terus kalo ga salah ada angka 87 atau 89 gitu.

Sewaktu sampai disini ni, aku udah ga tau deh gimana keadaan pertunjukkan itu, gimana polisi yang tadi negor aku, gimana tadi cowo yang di sebelah kiri aku. Dan mimpi aku terputus ketika aku mengulang lagi no HP cewe itu.

Oh iya, sedikit informasi… aku masih inget suara cewe itu sekarang. Suaranya ga berat, mugnkn lebih cenderung tinggi suaranya, tapi ga tinggi-tinggi juga. Kalo mau disambungin sama suara orang yang aku kenal, sepertinya aku belom pernah denger suara itu. Dan ini yang terakhir, aku cuma mau bilang, “mimpi yang menyenangkan” :)

Sunday, July 26, 2009

Mimpi Kuliah Lagi...

Tadi pagi aku terbangun dengan perasaan senang, gelisah, takut, semuanya bercampur menjadi satu. Aku lihat jam di HP ku, sudah jam 06:34 WIB. Aku terbangun karena mimpi, mimpi kuliah lagi... Masih ditemani dengan perasaan yang sama, aku duduk di ranjang sambil 'merasakan' apa yang barusan saja ada di dalam mimpi...

Entah mimpinya dimulai darimana, yang aku tahu tiba-tiba aku sudah ada di kampus, tepatnya di gedung B lantai 4 sedang menuju ke 438a. Sambil duduk di kursi roda, perlahan-lahan aku mulai mendekati ruangan itu (tentunya sambil di dorong oleh seseorang, tapi aku tidak tahu siapa), setelah sampai di depan pintu, aku berdiri dan membuka pintunya, kemudian masuk.

Di dalam aku tak melihat ada piano (seharusnya di ruangan itu ada piano), tapi di dalam ruangan ada 2 orang temanku, si T dan B. T sepertinya biasa saja, tidak menghiraukanku, si B tersenyum melihatku, kemudian aku berjalan (dengan pincang) mendekati mereka berdua, dan duduk di antara mereka berdua.

Maksud aku duduk diantara mereka, aku mau ikut ngobrol-ngobrol bareng. Ketika aku duduk di tengah-tengah mereka, tiba-tiba di depanku ada piano dan ada seorang cewek (aku tidak tahu siapa) sedang bermain piano, tapi aku tidak mendengar suara pianonya. Suasana ruangan itu sangat ramai, semuanya yang ada di dalam ruangan itu tidak aku kenal, kecuali kedua temanku yang ada di sisi kanan dan di sisi kiriku.

Dan aku mulai bingung, hanya bisa memandang suasana yang ada di dalam ruangan, tanpa berbicara satu patah kata pun. Mereka semua (tidak terkecuali kedua temanku) tampaknya sedang berbincang-bincang, tapi aku tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh mereka, karena aku tidak mendengar suara mereka, dan sepertinya mereka juga tidak melihat aku.

Setelah itu, aku terbangun dari tidurku...

Saturday, June 27, 2009

Mimpiin Ms. S

Tadi pagi aku kebangun pukul 04.30, dan setelah itu tidak bisa tidur lagi, karena kepikiran sama si Ms. S. Mimpiin dia, aku jadi kangeen banget sm dia, pengeen banget bisa ketemu, terus ngobrol-ngobrol... :(

Mimpinya tuh begini...

Yang aku inget, tiba-tiba aku ada disuatu ruangan yang cukup mewah, ga tau itu dimana, tapi yang pasti itu sih tempat umum. Sepertinya ruangan itu tempat untuk melaksanakan pesta pernikahan. Aku ga tau aku pake baju apa, aku sedang duduk di sebuah kursi panjang, yang sebelahnya ada ayahku (saat duduk ini aku berasanya udah ketemu sama si Ms. S, dia nanyain kabar aku).

Tidak lama ayahku duduk disampingku, karena beliau segera beranjak pergi ke arah sebelah kanan, menuju meja (seperti meja penerima tamu). Aku tidak dengar ayahku bicara apa dengan orang yang ada disana, tapi aku tau ayahku marah-marah. Penasaran, setelah ayahku pergi dari ruangan itu, aku bertanya kepada orang yang ada di meja itu. Orang itu bilang, kalau Ms. S membaca hasil labku, padahal hasil labku itu tidak boleh dibaca oleh orang yang memiliki kemampuan indera ke-6.

Tiba-tiba aku sudah berada di luar ruangan, tepat di depan pintu keluar ruangan yang tadi. Aku jongkok di depan pintu keluar ruangan tersebut, kira-kira berjarak 10 langkah dari pintu keluar (Oya, tapi ruangan itu tidak ada pintu, maksudnya cuma tembok bolong tanpa pintu). Dari sini aku melihat Ms. S yang sedang dimarahi oleh ayahku (dia memakai gaun, yang sepertinya berwarna kuning pucat. Penampilannya seperti sedang di tempat pesta) Ms. S tidak sendirian, dibelakangnya ada 2 orang lagi temannya, yang gaunnya sepertinya sama dengan yang Ms. S pakai.

Aku bisa mendengar Ms. S berkata dengan penuh penyesalan "maaf om.." cuma itu yang bisa aku dengar, apa yang dikatakan ayahku, aku juga tidak tahu, tapi sepertinya tetap marah-marah saja. Sangat tidak tega aku melihat Ms. S dimarahi seperti itu, mau sekali aku datang untuk membelanya, tapi aku tidak tahu kenapa aku cuma diam, dan memandangi semua peristiwa itu.

Setelah beberapa lama dimarahi, kemudian Ms. S lari keluar ruangan, sambil menangis, menutup mukanya. Ingin aku mendekati dia, tapi lagi-lagi aku tidak tahu kenapa aku hanya memandanginya saja. Kemudian akhirnya aku bangkit, dan segera mengejar Ms. S, tapi dia sudah tidak ada. Aku tidak tahu kemana perginya dia.... :(

Kemudian aku terbangun dari tidur..