Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

Doa atau Meditasi?

Aku pernah memberi label kepada diri sendiri sebagai orang yang rakus. Dalam hal ini adalah rakus dalam hal rohani. Entah kenapa aku pernah merasa ingin melakukan seluruh kegiatan rohani yang saya tahu, tapi hal ini malah membuatku menjadi dilema. Salah satunya mengenai doa dan meditasi, yang mana yang harus aku lebih utamakan?

Akhirnya aku menyimpulkan sendiri, yang lebih baik adalah berdoa. Alasan yang paling masuk akal adalah karena Yesus sendiri di alkitab tidak pernah diceritakan sedang bermeditasi, yang ada adalah sedang berdoa. Disamping itu alasanku memilih doa adalah karena aku tidak bisa melakukan keduanya, aku harus menentukan pilihan. Doa atau meditasi.

Untuk sementara, pemikiran itu aku akui sebagai yang paling baik. Tapi tidak setelah aku membaca sebuah kalimat dari Padre Pio: "Bila tiada waktu tersisa untuk berdoa atau bermeditasi, pilihlah yang terakhir karena akan lebih bermanfaat."

Dari kalimat itu, aku mengetahui bahwa yang 'lebih baik' adalah meditasi, namun bukan berarti doa tidak penting. Karena sebenarnya antara doa dan meditasi seharusnya berjalan bersamaan. Mengapa aku katakan seharusnya bersamaan?karena tujuan aku berdoa adalah untuk berkomunikasi dengan Allah, dimana dalam komunikasi aku akan berbicara dan aku juga harus mendengarkan. Untuk itu aku berbicara (bersyukur dan memohon) kepada Allah melalui doa, dan aku mendengarkan Allah yang berbicara melalui meditasi. Inilah alasan mengapa meditasi itu perlu, kalau aku tidak mendengarkan Allah yang berbicara, bukankah aku egois?

Lalu, mengapa meditasi 'lebih baik'?alasannya adalah karena aku adalah manusia. Apa hubungannya?aku tahu manusia itu hanya debu di hadapan Allah. Oleh karena itu, untuk apa debu banyak meminta?bukankah aku bisa menjadi manusia saja sudah sangat baik?hal ini bukan berarti aku mengatakan tidak perlu meminta kepada Allah, namun setidaknya kita harus 'tahu diri'. Aku sadar ternyata selama ini lebih banyak meminta kepada Allah, daripada mendengarkan.

Kembali ke pernyataan Padre Pio tadi, mengapa dikatakan 'lebih baik' memilih meditasi?menurut pemikiranku, 'lebih baik' duduk diam mendengarkan Allah berbicara daripada aku yang mengoceh :) karena Allah yang lebih tahu apa yang terbaik bagiku daripada keinginan-keinginan yang aku panjatkan melalui doa,

Aku harus selalu berkomunikasi dengan Allah, dimana komunikasi adalah aku yang berbicara dan aku juga harus mendengarkan. Berbicara kepada Allah dengan cara berdoa dan mendengarkan Allah dengan cara bermeditasi. Jadi, jawaban dari pertanyaan yang ada di judul tulisan ini adalah doa dan meditasi :)

Sunday, June 20, 2010

Bersyukur itu susah...

Bersyukur (dan berterima kasih sama Tuhan) itu susah, ya menurutku bersyukur itu susah, sangat susah malah :(

Ga tau kenapa ya aku susah banget buat bersyukur. Padahal banyak contoh-contoh gimana caranya bersyukur. Ga usah jauh-jauh deh contohnya. Cukup liat status temen-temen di FB aja. Banyak banget yang sering ngucapin "thx God for...." dan status terakhir dari temanku "Tuhan ku sungguh Luar Biasa !! Cm Tuhan yg tau, ad ap dgn hati ku saat ini.. Bersyukur slalu.. LoVeeeee U God." Kalimat yg bagus banget menurut aku.

Dalam hati aku iri banget, aku mau banget bisa nulis/ngucapin kalimat sebagus itu untuk nunjukkin rasa syukur aku ke Tuhan. Tapi rasanya kok susah ya?sampai sekarang aku sendiri masih bingung kenapa.

Kalau aku pikir-pikir lagi sih kayaknya aku tau deh kenapa aku susah banget buat ungkapin rasa syukur aku. Mmm... Mungkin yang pertama karena aku yang serakah kali, aku ngerasa ga puaaaas!! Ga cukup kalo ungkapin syukur pake cara gitu, serasa masih ada yang kurang gitu.

Terus yang kedua mungkin aku terlalu malu. Malu buat ungkapin rasa syukur aku itu. Aku mikirnya "buat apa sih ungkapan syukur aku orang lain tau?apa ada gunanya?"

Kalau diumpamain ke karate, aku masih sabuk putih nih.. Hehe.. Masih belum ngerti bener cara ungkapin syukur.

Mungkin karena rasa maluku itu jadi biasanya kalo bersyukur aku lebih milih ngomong dalam hati aja, kalo ga waktu lagi sendirian baru aku ngomong sambil keluarin suara, itupun ga terlalu sering... Oh iya ada lagi cara lain aku bersyukur. Aku selalu berusaha 'sok kuat', 'sok santai' 'sok yakin kalau semua pasti baik-baik aja' waktu lagi hadapin sesuatu.

Kalau aku ditanya, puas pake cara itu buat bersyukur?yaa.. lumayan lah, walaupun ga seratus persen puas.. Karena jujur aku masih bingung gimana caranya bersyukur?

Kalau masalah rasa malu sih udah pasti puas lah, kan pake cara itu ga ada orang yang tau hehe...

Friday, May 28, 2010

Pendapatku tentang...

Entah sudah berapa lama aku ikut sebuah page di Facebook, dimana status-status yang ditulis disitu menurut aku isinya berupa pujian, cacian, sanjugan, makian, sindiran dan lain-lain (terserah mau ditambahin apa hehe…). Semuanya (pujian, cacian bla… bla…) tertuju pada satu hal yaitu kepada Tuhan, yang tidak lupa mengajak juga agama.

Membaca status-status yang ditulis page itu jujur kadang membuat aku marah, kesal, emosi! haha… kadang juga membuat aku tertawa. Ketika marah sempat aku berpikir untuk meninggalkan page itu, tapi ternyata sampai sekarang aku masih bergabung di page itu.

Berdebat (atau mungkin lebih tepat kalau dibilang berdiskusi) tentang Tuhan dan agama antara sesama member itu sudah biasa, masing-masing mempertahankan argumennya. Secara kasar bisa dibilang saling merasa benar dengan keyakinan mereka masing-masing tentang Tuhan dan agama.

Kalau dari kacamata yang aku pakai sih mereka semua tidak ada yang salah ya, karena semuanya itu terserah mereka sih mau ngomong apa, mau berpendapat yang seperti apa terserah mereka. Karena aku tidak punya hak untuk bilang, “kamu salah!” “dia benar!” soalnya aku sendiri juga tidak sempurna, masih suka buat salah, jadi ya biarlah semuanya mau berpendapat yang seperti apa tentang Tuhan dan agama.

Nah, sekarang aku (yang bodoh ini) mau coba kasih pendapat juga yaaa… boleh kan?hehe... oya aku mau berterima kasih kepada page itu (page yang ada di facebook), karena page itu aku jadi "bernafsu" untuk menulis tentang ini :) tadinya aku ragu untuk menulis tentang ini, terlalu berat buatku... tapi ya aku pikir-pikir tulis sajalah itung-itung nambah post juga kan di blog hehe...

Ini nih pendapatku...

Kalau dari teropong yang aku gunakan, memperdebatkan (mendiskusikan) tentang Tuhan dan agama sama sekali tidak ada gunanya… karena menurut aku, setiap kita tuh punya pengalaman masing-masing dengan Tuhan. Jadi kalau didebatkan (didiskusikan) ya pasti ga ada ujungnya, yang ada ya saling merasa benar, dan mungkin malah bisa-bisa nanti ujungnya jadi berantem lhoOo...

Karena baru beberapa hari yang lalu aku menonton film paranormal activity :) maka pernyataanku tentang "setiap kita tuh punya pengalaman masing-masing dengan Tuhan." mungkin bisa diumpakan seperti ini... Ada 2 orang yang sama-sama menonton film paranormal activity (sebut saja si A dan si B) tapi dengan ending yang berbeda, keduanya saling berbagi pengalaman mengenai film tersebut. Semakin lama mereka bercerita, mereka menemukan adanya perbedaan cerita walaupun sedikit, tapi mereka berdua masih tidak terlalu menganggapnya dengan beranggapan "mugkin aku terlewat adegan itu." "mungkin aku lupa alur ceritanya." dan pada puncaknya adalah ketika akhir dari film, apa yang si A tonton dengan apa yang si B tonton sangat jauh berbeda. Disitu mereka berdua saling mempertahankan kebenarannya masing-masing. Kira-kira ya begitulah perumapaannya (semoga nyambung hehe...) Setelah tahu kalau ending film itu ternyata ada beberapa versi pasti mereka akan bilang, “oOoo…” :)

Dan mungkin ini bisa juga dikaitkan dengan sebuah kalimat yang dituliskan oleh temanku Kitty di status facebooknya “Teori tentang JANJI TUHAN terkadang tidak menyelamatkan hidup. Jadi, jangan membuat pengetahuanmu sia-sia dan berpengalamanlah denganNYA!” Mantap bener kalimat itu menurutku… :) T.O.P!

Menurut aku, semua keyakinan itu sama koQ (theist maupun atheist)… Mereka sama-sama mempunyai Tuhan :) mungkin bingung ya, atheist koQ ada Tuhan. Lagi-lagi ini menurut aku yaa.. Aku coba tuliskan disini pendapat aku tentang atheist. Mereka beranggapan bahwa Tuhan itu tidak ada, ketidakadaan Tuhan bagi mereka itulah Tuhan… hehe… Bingung??? aku juga bingung sih (maklum ya... bukan orang pintar yang berbicara :)), tapi itu yang ada di pikiranku sekarang. Mungkin peryataanku itu bisa dibilang isi sama dengan kosong dan kosong sama dengan isi (haduh, maaf kalau aku sok tau…)

Walaupun aku menganggap mereka (atheist dan theist) adalah sama, jujur… terkadang aku masih suka timbul rasa tidak suka dengan mereka (theist dan atheist). Karena mereka terkadang "mengganggu" sih :( tapi aku tetap berusaha terus untuk bisa menganggap mereka sama. Karena memang mereka pada dasarnya kita semua sama.

Sekarang aku sudah bingung nih mau nulis apa lagi, sebagai penutup tolong kasih aku ijin ya untuk menulis beberapa prinsip yang sudah lama aku pegang, (baru hari ini lhoOo aku sadarnya kalau prinsip itu sudah lama aku pegang hehe...) ini dia… "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” dan “Lakum dinukum walyadin (bagiku agamaku, bagimu agamamu).”

Sekali lagi aku harus jujur, prinsip-prinsip itu belum bisa aku laksanakan sepenuhnya :’( tapi aku yakin suatu saat aku pasti bisa menjalankannya… amin… :) dan aku juga sekalian mau minta maaf ya, kalau aku terkesan sok tahu, sok pintar. Ini hanya sekedar pendapat dari seorang yang sedang berusaha untuk menjadi kudus seperti yang seharusnya… :)

Dan kalimat terakhir dari aku, "aku bangga menjadi seorang KRISTEN KATOLIK!!! haleluya!!!" :)

Saturday, June 27, 2009

Falun Dafa (Falun Gong) Bukan Agama?

Apa yang ada di dalam kepala Anda, pikiran Anda, benak Anda, atau apapun itu namanua, setelah melihat gambar ini? Ini adalah lambing dari Falun Dafa/Falun Gong.

Berawal dari perbincangan ayah saya dengan teman kantornya yang bernama X, mengenai keadaan saya, kemudian si X bilang untuk mencoba Falun Gong. Berdasarkan informasinya, Falun Gong adalah olahraga semacam Tai Chi, dan tidak mengandung unsur agama, kemudian dia juga memberi kesaksian bahwa ibu mertuanya sembuh dari sakit setelah latihan Falun Gong.

Mungkin setelah 2 minggu dari perbincangan waktu itu, jumat, 13 maret 2009 saya dikunjungi oleh beberapa orang yang mengaku berasal dari/mengatas namakan diri mereka Falun Gong. Mereka berjumalh 3 orang, 2 orang wanita dan 1 orang pria. Salah satu dari mereka (wanita) adalah warga negara asing, dari Cina.

Tujuan mereka datang, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengajarkan saya Falun Gong, yang katanya bisa menyembuhkan penyakit.

Setelah berbincang sedikit untuk menjelaskan Falun Gong, kemudian saya juga diberi brosur tentang Falun Gong, lalu mulai saya diajarkan gerakan2 Falun Gong. Semua gerakan berjumlah 5, saya baru diajarkan gerkan ke-1, ke-2 dan ke-5, saya dianjurkan untuk latihan setiap hari.

Mereka juga menawarkan VCD latihan dan musik untuk latihan dengan sejumlah harga, yang katanya di dalam VCD itu diajarkan gerakann-gerakannya semua. Kemudian mereka pamit pulang dan berjanji akan datang lagi untuk kembali melanjutkan mengajarkan gerakan yang lainnya, sebelumnya ayah saya menanyakan tentang berapa biaya untuk latihan ini (biasanya kan bayar), mereka bilang tidak usah bayar, alias gratis. Dalam hati saya bingung, apa untungnya mereka datang jauh-jauh dari Citra I ke rumah saya hanya untuk mengajarkan Falun Gong? Kemudian saya mengambil kesimpulan kalau mereka memang baik, murni mempunyai tujuan untuk membantu.

Sepulangnya mereka, saya yang memang tertarik dengan Falun Gong ini mulai membaca brosurnya, di brosur itu juga ditegaskan kalau Falun Gong bukanlah agama, “Falun Gong bukanlah agama, karena tidak ada ritual, formalitas atau aktivitas apapun yang seringkali digunakan dalam agama.” Dan saya percaya itu. Di brosur itu juga menceritakan tentang penganiayaan pemerintah Cina terhadap orang-orang yang latihan Falun Gong ini.

Apa yang menyebabkan demikian?Falun Gong mengatakan kalau ia difitnah oleh pemerintah Cina, karena takut menjatuhkan kekuasaan presiden Jiang Zemin (kalau tidak salah tulis) yang pada waktu itu masih berkuasa (1998), dan masih berlangsung sampai sekarang.

Saya yang mungkin waktu itu memang sudah ‘kebelet’ dengan Falun Gong, tidak terlalu mau ambil pusing degan hal-hal seperti itu, saya langsung membuka websitenya, yang tertera di brosur, alangkah senangnya saya karena di website itu terdapat video latihan, mp3 untuk latihan, buku Falun Gong dan Zhuan Falun (fungsi buku ini katanya untuk membantu supaya mengerti prinsip Falun Dafa/Falun Gong), yang semuanya bisa di download secara gratis (kecuali buku Falun Gong).

Saya kemudian kembali berpikir, apakah VCD latihan yang mereka jual sama dengan yang ada di website?apakah musik latihan yang mereka jual sama juga dengan yang ada di website?

Singkat cerita, minggu, 15 maret 2009 saya dikunjungi lagi oleh Falun Gong ini. Mereka masih tetap bertiga, namun kali ini semuanya adalah wanita, 1 orang dari Cina yang kemarin pada hari jumat juga datang dan 2 orang oma-oma, yang kemudian baru saya tau kalau salah satu dari oma itu adalah ibu mertua dari si X.

Sebelum mulai latihan, si oma A (ibu mertua X) memberi saya beberapa barang, yaitu buku Zhuan Falun versi Bahasa Indonesia, VCD latihan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dan 6 buah pembatas buku yang betemakan Falun Dafa, dalam hati saya bilang, “waduh, jualannya koQ maksa?belom mesen udah suruh beli?”

Mereka juga mengeluarkan buku mereka yang berwarna kuning, yang baru saya tau kalau itu juga buku yang sama, yaitu Zhuan Falun, tapi dalam versi Bahasa Mandarin. Sewaktu si oma A menunjukkan buku kuning miliknya, dia memperlihatkan sebuah foto seseorang yang saya lihat dalam video latihan yang sudah saya download, katanya, “ini foto sifu (guru).” Melihat foto ini saya merasa ada sesuatu yang aneh, fotonya kira-kira seperti ini :


Ini sepertinya sih bukan foto yang sama persis seperti yang ada di buku, tapi kira-kira begitu, duduk bersila di atas teratai, dan memakai pakaian seperti itu. Untuk latar belakang dan posisi tangan saya lupa.

Kemudian saya disuruh merobek plastik buku Zhuan Falun tersebut, lalu saya diminta untuk membacakan bagian LUNYU (Lun-Yu – Kata Ulasan), agak malas sih membacanya, karena melihat tulisan yang lumayan panjang, tapi akhirnya saya baca juga.

Setelah selesai membaca LUNYU, saya pikir cukup sampai disini, ternyata saya masih dminta ungtuk membaca terus kira-kira sampai halaman 15 (dengan cara bergantian setiap paragraf), waduh capek juga.

Kemudian saya dijelaskan mengenai Falun Dafa/Falun Gong ini, mengenai prinsipnya, yaitu sejati, baik, dan sabar (zhen, shan, dan ren dalam Bahasa Mandarin). Katanya (oma A) “baca buku ini sampai habis, dan berulang-ulang, nanti kamu ngerti maksudnya.”

Lalu Oma B mulai bicara, memberikan kesaksiannya, dia bilang kalau dia dulu mempunyai penyakit diabetes, dan gula darahnya sampai 740, sampai-sampai tidak bisa untuk berjalan lagi, matanya juga agak kurang jelas dan juga rambutnya rontok (karena kebanyakan minum obat katanya). Setiap hari dia berdoa meminta kesembuhan, tapi kesembuhan itu tak kunjung datang, lalu dia bertemu dengan yang namanya Falun Gong ini, dia ikuti latihannya dan juga membaca bukunya (Zhuan Falun) setiap hari, setelah 3 minggu mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Rambut tidak rontok lagi, matanya mulai agak jelas, obat-obatan semakin dikurangi, dan akhirnya lama-lama sembuh. Dia bilang, “buku ini (Zhuan Falun) bagus.” “Setelah baca buku ini, kamu pasti nanti akan ngerasa enaaak.” “Asal kamu percaya sama sifu, pasti sembuh!” (Waduh tambah aneh lagi saya, kok begini ya?)

Oma A pun menceritakan hal yang sama, mengenai dia yang dulu sakit, dan kemudian sembuh setelah latihan Falun Gong dan membaca buku Zhuan Falun. Kemudian dilanjutkan dengan latihan.

Singkat cerita, selesai latihan sekitar jam 13:30 WIB. Tentu sudah waktunya makan, malah lebih, lalu sambil saya makan siang, oma A bilang, “buku ini (Zhuan Falun) harus dibaca setiap hari, kalau bisa 1 hari langsung baca habis, kalau tidak bisa juga tidak apa-apa” (400 halaman harus saya baca sampai habis setiap hari?mana kuat!) “Buku ini bukan buku biasa, jangan ditindih dengan buku yang lain ya, harus ditaruh di paling atas.” “Baca bukunya juga jangan sambil yang kayak orang malas-malasan ya, hormat sama sifu.” (gawat, gawat, makin ga bener ni). Oma B pun juga menambahkan bumbu-bumbu yang jenisnya sama mengenai buku itu. “Setiap baru mulai baca buku ini, kamu harus baca lunyu dulu sampai habis, baru boleh melanjutkan ke yang lain, harus ya itu.” “buku ini tu buat keselamatan jiwa kita.”

Ada 1 hal lagi yang aneh. Oma B ambil buku Zhuan Falun milik saya, kemudian menunjukkan foto Li Hongzi (pendiri Falun Dafa/Falun Gong). Berikut fotonya :


Oma itu bilang, “kalau kamu capek baca bukunya, kamu liat-liat aja foto sifu, kadang-kadang mukanya bisa berubah lho, kita bisa ngobrol lho sama dia.” Dia juga bilang kalau buku yang dia baca pernah berubah hurufnya menjadi warna emas. (makin, makin ga bener aja ini)

Setelah mereka pulang, semua hasrat saya untuk latihan Falun Gong hilang sama sekali, bagaimana tidak?menurut saya ini sangat bertentangan dengan agama saya, lalu saya jadi teringat mengenai cerita yang ada di brosur, kalau orang-orang yang latihan Falun Gong dianiaya, ditangkap dan dipenjarakan. Mungkin pemerintah Cina menganggapnya sebagai aliran sesat?menurut saya sih mungkin saja.

Berikut ini hal-hal yang saya anggap bertentangan dengan agama :

1. Mendewakan buku, yang jelas-jelas itu buku biasa.
2. Mendewakan manusia, yang jelas-jelas itu juga manusia biasa.

Tulisan di atas adalah 100% pendapat saya sendiri, yang berdasarkan pengalaman yang juga 100% saya alami.. Oya sedikit informasi, tulisan ini dibuat pada tanggal 17 maret 2009 hehe..

Thursday, February 19, 2009

Yesus hari ini (180209)


Sudah 2 minggu ini pro-diakon yang biasa datang ke rumahku untuk memberikan komuni selalu bertanya kepadaku "apa yang kamu tangkap tentag Yesus dalam bacaan ini?" (bacaannya diambil dari buku renungan harian).

Setiap kali aku memberiikan jawaban tentang seperti apa itu Yesus, aku merasakan kebahagiaan tersendiri. Jadi aku pikir, kenapa aku ga setiap hari melakukannya?kenapa harus seminggu sekali waktu pro-diakon datang?toh ga ada ruginya kan?Berdasarkan pemikiranku itu, maka jadilah aku membuat tulisan ini..

Bacaan hari ini adalah Markus 8:22-26, dan seperti inilah isinya :

Mrk 8:22
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.

Mrk 8:23
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"

Mrk 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."

Mrk 8:25
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.


Mrk 8:26
Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

Apa yang aku tangkap tentang Yesus hari ini?

Yang aku tangkap tentang Yesus hari ini yaitu :

  • Rendah hati atau tidak sombong -> Kesimpulan ini aku dapat berdasarkan tulisan yang ada pada ayat ke-23 (Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung), dan ayat ke-26 (Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!") menurutku, maksud Yesus membawa orang buta itu untuk keluar kampung dan melarangnya kembali ke kampung, karena Yesus tidak ingin pamer kalau Ia bisa menyembuhkan orang.

  • Yesus mempunyai kuasa atas penyakit -> Kesimpulan ini berdasarkan tulisan yang terdapat pada ayat ke-25 (maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh)

  • Yesus jorok -> Kesimpulan ini berdasarkan tulisan yang terdapat pada ayat ke-23 (Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya). Mungkin ini jawabanku yang paling tidak sopan, tapi memang itu yang aku tangkap sewaktu pertama kali membacanya, setelah dibaca berulangkali aku mendapat pengertian lain tentang tindakan Yesus itu.

Aku percaya bahwa segala sesuatu yang berasal dari Tuhan, itu adalah baik adanya, buktinya ludah Yesus bisa menyembuhkan orang yang buta. Contoh lain, menyembuhkan penyakit dengan terapi air kencing. Sesuatu yang kita anggap jorok itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Masih banyak contoh-lainnya yang kita anggap itu jorok tetapi bisa menyembuhkan.