Sunday, July 31, 2011

Tradisi Itu Sudah Mati?

Akhirnya aku mulai lagi menulis di blog ini, setelah beberapa bulan tidak menulis karena diganggu oleh skripshit. Ya, skripshit (skripsi) sangat mengganggu menurutku. Aku tidak tahu kenapajadi 'benci' dengan skripshit. Sekarang si pengganggu itu sudah aku kalahkan dan semoga seiring berjalannya waktu, 'kebencian'ku akan skripshit memudar hahaha...


Aku mau mengeluh tentang sebuah tradisi yang pernah (atau masih?) aku alami. Tradisi ini adalah sebuah ritual yang biasa saja, tidak ada yang spesial di sini. Hanya saja cukup berarti bagiku :)

Berawal dari ajakan seorang sahabat, tradisi ini mulai berjalan. Pada awal-awal kegiatan aku sempat berpikir kalau tradisi ini akan berlangsung sampai selamanya. Terbentuknya tradisi ini adalah sebuah impianku sejak dari dulu. Tentunya kamu bisa membayangkan bagaimana rasanya jika sebuah impian terwujud?ya, bahagia :)

Sepengetahuanku, pengikut tradisi ini berjumlah tiga orang (termasuk aku). Peraturannya hanya satu, yaitu: setiap jam 10 malam, kami melakukan ritual secara bersama-sama. Sesuai dengan yang aku bayangkan, ritual ini dapat membuatku merasa menjadi satu, dalam arti mendekatkanku dengan para anggota lain, meskipun kami di tempat yang berjauhan.

Tradisi ini berlangsung kira-kira selama satu tahun (mungkin juga kurang). Dan sekarang tradisi ini tidak dilakukan seketat dulu, bisa dikatakan tradisi ini sudah sekarat (mungkin lebih cocok mati?). Kendornya semangat untuk berdisiplin mengikuti peraturan tradisi aku rasakan pada saat aku mengerjakan skripshit (mungkin ini alasan mengapa aku 'benci' skripshit?). Aku tidak lagi selalu tepat waktu untuk melakukan ritual, dan begitu juga dengan anggota yang lain.

Sepertinya tradisi ini sudah menjadi tua, kemudian mati seiring berjalannya waktu. Semoga aku salah...

Tradisi dan ritual sengaja tidak aku tulis di sini, biarlah aku dan anggota yang tau :p

Wednesday, March 02, 2011

Untitled

Kira-kira satu jam yang lalu aku mendengar kabar yang sangat tidak disangka-sangka. Salah seorang teman seperjuangan telah pergi meninggalkan dunia ini. Ya, dia telah meninggal :’( memang aku tidak terlalu dekat dengannya, karena perkenalanku dengannya masih sangat baru. Terakhir kali aku berbincang-bincang dengannya pada tanggal 3 januari 2011. Kebetulan sms dari dia masih aku simpan, dan di sms itu dia mengatakan, “kabar-kabar terus ya mas Hen, misal ganti nomor atau apa bilang-bilang juga…” yaah.. ternyata sekarang dia sudah berada di tempat yang lebih enak dari dunia ini, curang kamu Gerry!

Ya, namanya Gerry. Dia mungkin orang pertama yang menolak memanggilku dengan hanya sebutan nama. Alasannya adalah karena aku lebih tua darinya. Jadi dia memanggilku dengan kata ‘mas’ di depan namaku, hmmm… sedikit aneh memang, tapi aku menikmatinya :) entah aku harus sedih atau malah senang melihat Gerry meninggal. Sedih karena cita-cita Gerry pasti banyak yang belum kesampaian, senang karena Gerry sekarang sudah sehat dan bahagia di tempat yang baru. Itu pasti, iya kan Ger?

Mendengar kabar meninggalnya Gerry, sempat terbersit sedikit rasa takut. Jujur, harus aku akui bahwa aku masih sangat pengecut dalam menghadapi kematian. entah perasaan ini wajar atau tidak (aku rasa wajar). Menyadari ketakutanku itu, suatu kalimat keluar dari dalam diriku (mungkin ini yang namanya suara hati?) “Tapi kematian adalah sebuah takdir, sama seperti kelahiran, aku tidak memilih untuk dilahirkan, tapi Tuhan yang memilih aku.” “Begitu juga dengan kematian, aku tidak mau memilih kematian, tapi Tuhan yang memilih aku.” terkesan sok bijak, entahlah...

Sambil menulis ini pikiranku melayang, membayangkan sekaligus bertanya, “apa yang sedang dlakukan Gerry?” aku tidak tahu, tapi pastinya sudah bahagia, sudah sehat. Tidak ada lagi yang namanya operasi, kemoterapi dan lain-lain. Hahaha… beruntung kamu Gerry! Aku dan teman-teman di sini masih berjuang untuk menuju ke tempat kamu. Kamu tunggu di sana yah, jangan pergi-pergi lagi… cepat atau lambat aku akan datang ke sana, tunggu aku!

Bagiku hidup bukan berjuang untuk kehidupan, tapi berjuang untuk mencapai kematian yang sekaligus adalah kehidupan kekal :)

Monday, February 21, 2011

Di mana? (200410)

Di mana? (200410)

Masih adakah kemurnian pada saat seperti ini?
Masih adakah kejernihan pada jaman seperti ini?
Jaman yang sudah terkontaminasi oleh limbah si jahat

Masih adakah kejujuran pada saat seperti ini?
Masih adakah ketulusan pada masa seperti ini?
Masa yang sudah penuh dengan penuh polusi asap si jahat

Apa masih ada orang yang mau menolong tanpa berpikir?
Apa masih ada orang yang mau memberi tanpa pamrih?
Hey, orang baik! Di mana kamu?

Apa masih ada orang yang mau berkorban tanpa mengeluh?
Apa masih ada orang yang mau menderita tanpa merintih?
Hey, orang baik! Di mana kamu?

Aku rindu seribu orang seperti kamu
Aku mengharapkan satu milyar orang seperti kamu
Aku memimpikan seluruh dunia seperti kamu

Bilamana itu terjadi
Api tidak lagi terasa panas
Es tidak lagi terasa dingin

Jahat dan baik saling membantu
Benar dan salah saling mengaku
Rakus dan miskin saling berbagi

Ah, bersihnya dunia
Ah, indahnya dunia
Ah, damainya dunia

Sunday, February 06, 2011

Hening, sunyi (060211)

Hening, sunyi (060211)

Entah sejak kapan aku suka pada keheningan
Meskipun di situ tidak ada apa-apa
Tapi aku dapat mendengar sesuatu bersamanya

Aku tidak bilang itu suara Tuhan
Aku kira itu juga bukan suara hati
Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang aku dengar

Namun aku suka dengan rasanya
Aku cinta pada kesunyian
Karena di dalamnya tidak ada apa-apa

Kekosongannya membuatku rindu

Keheningan itu sederhana
Kesunyian itu apa adanya
Tanpa bunyi ataupun suara dia akan tetap ada

Cintaku untuk keheningan
Sayangku untuk kesunyian
Selamanya...

Wednesday, February 02, 2011

Kenyataan atau imajinasi?

Tidak terasa hari ini sudah hampir habis (lagi). Sekarang jam di rumahku sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Sudah beberapa waktu ini (kira-kira beberapa bulan yang lalu) langit di sore hari menunjukkan sisi lainnya, ia tidak lagi berwarna gelap ketika maghrib. Langit yang sekarnag adalah berwarna oranye kemerah-merahan, entah kenapa sekarang begitu warnanya, mungkin karena langit ini sudah terlalu tua umurnya?entahlah.

Hobi baruku adalah duduk di depan rumah memandangi langit yang berwarna oranye kemerah-merahan ini. Hmmm.. belum lama sih hobi ini, baru sekitar semingguan. Duduk sendirian ditemani oleh secangkir teh hangat (dan tentunya ditemani oleh alam). Ya, di tempat aku tinggal sekarang masih sangat asri, sejauh mata memandang yang ada adalah tanah dan rumput. Tidak aku temui aspal di sini. Tapi bukan berarti tempat tinggalku ini tidak ada listrik atau ketinggalan jaman.

TV, radio, lampu semua ada di sini (di rumahku), tapi untuk AC tidak ada. Aku tidak perlu AC atau pendingin ruangan di sini, karena udaranya di sini sudah dingin :) ya, aku tinggal di sebuah desa (entah di mana aku juga tidak tahu) yang masih mempertahankan keaslian alamnya tapi tidak juga menolak mentah-mentah teknologi yang masuk. Jadi desa ini tidak termasuk daerah yang tertinggal. Bagiku justru desa ini lebih sempurna dibandingkan dengan di kota, Jakarta misalnya.

Seperti yang tadi sudah aku katakan, di sini ada TV, radio, lampu, dan lain-lain yang hampir sama seperti yang ada di kota. Satu hal yang akan jelas terlihat ketika kamu ke sini adalah tidak adanya kendaraan bermotor. Ya, di sini seluruh penduduk desa menggunakan alat transportasi yang sudah hampir dilupakan, yaitu sepeda :) inilah salah satu faktor utama penyebab masih asrinya udara di sini. Tidak adanya polusi udara!

Aku rasa aku sudah lama tinggal di sini, mungkin sudah puluhan tahun. Sekarang rambutku sudah memutih (tidak semua). Jujur, aku sangat senang tinggal di desa ini. Jarak antara rumah yang satu dengan rumah yang lain berjauhan, jadi suara TV, radio atau bahkan kalian bertengkar tidak akan terdengar oleh tetangga. Sungguh tenang dan damai. Aku jadi semakin sering melakukan meditasi (karena tempatnya yang asik).

Keadaan seperti inilah yang aku rindukan sejak aku masih kuliah dulu. Sekarang aku merasa sudah memiliki segalanya. Rumah kayu yang sederhana, kebun sayuran dan buah-buahan yang ada di belakang rumah, sepeda tua yang selalu setia menemani aku untuk berpergian. Ya pokoknya aku merasa sudah cukup sekarang ini.

Baru pada saat aku mempunyai hobi baru ini, aku merasa ada sesuatu yang hilang. Hmmm… maksudku ada sesuatu yang terlupakan. Aku merasa pernah mengalami sesuatu kejadian dalam hidup yang sangat membuatku bahagia, tapi aku tidak bisa itu apa. Kalau aku pikir-pikir lagi mungkin istri. Ya, kenapa aku di sini tinggal sendirian?tidak ada anak dan istri ataupun cucu?di dalam diriku memiliki keyakinan kalau aku memiliki pengalaman berumah tangga, tapi aku tidak bisa ingat sama sekali pengalman itu! Ah menyebalkan…

Hampir setiap sore aku jadi memikirkan hal itu. Apa sebenarnya memori yang hilang itu?tetangga-tetangga di sekitarku juga tidak ada yang tahu tentang masa laluku. Dan sesungguhnya aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada di tempat ini, di desa ini. Aku tidak tahu sama sekali. Aku ingat siapa diriku, bagaimana masa kecilku, masa remaja, kuliah dan stop sampai di situ yang aku ingat.

Bila pikiranku bertengkar lagi tentang memori yang hilang ini, batinku sering mendamaikan dengan berkata, “yang terpenting sekarang adalah kamu sudah bisa merasa damai di sini, dan terutama sekarang kamu bisa semakin dekat dengan Tuhan.” Ya, aku rasa batinku benar. Untuk apa aku memikirkan masa lalu, biarkan itu menjadi kenangan dan pelajaran. Yang terpenting adalah hari ini.

Ini kenyataan atau hanya imajinasiku saja?

*****

Aku menulis cerita bertepatan waktu dengan aku post cerita ini. Lucunya, ketika aku selesai menulis, jam di kamarku hampir menunjukkan pukul 6 sore (6 kurang 5 menit). Tapi langit di luar tidak berwarna oranye kemerah-merahan, langit berwarna biru tua dan juga hujan hehehe... Sambil mendengarkan lagu dari game harvest moon: back to nature (tepatnya lagu ketika musim dingin di game itu), jadilah cerita ini. Kalau mau dengar lagunya, bisa di download di sini.

Saturday, January 29, 2011

Malam (280111)

Malam (280111)

Baru-baru ini aku mempunyai satu kerinduan baru
Rindu untukmu telah lewat, baik hati
Mungkin aku sudah bisa terima keadaan

Rindu yang baru ini selalu datang
Sama seperti saat aku rindu kamu sayang
Rindu ini serupa tapi tak sama

Dia, yang aku rindu selalu datang
Mengobati perihku dengan setia
Setiap hari dan tepat waktu

Dia menghampiriku dengan lembut dan ramah
Mengajakku untuk bersamanya
Ketulusannya membuatku candu

Kamu tau siapa dia?
Bisa coba kamu tebak?
Dia bukan manusia, manis

Dia adalah sebelum pagi
Dia adalah setelah sore
Dia adalah si malam

Aku jatuh cinta pada malam
Gelap tubuhnya membuatku merasa damai
Sunyi sikapnya membuatku merasa tenteram

Bersama dia aku bisa merasa sendiri
Bersama dia aku bisa menikmati sepi
Bersama dia bisa kutitipkan susah untuk sementara

Pagi, kenapa kamu harus datang sekarang?
Siang, cepatlah berlalu
Sore, kemarilah segera

Malam, aku rindu..

Tuesday, January 11, 2011

Dear God

Tuhan yang baik,

Sekarang ini, aku sedang memiliki masalah nih. Mungkin bisa dibilang masalah yang (cukup) serius?entah kenapa beberapa hari ini (atau beberapa minggu?) aku sering memiliki perasaan aneh yang tidak mengenakkan. Aku sering merasa kesepian Tuhan, aku juga bingung kenapa begitu. Di tengah keramaian aku merasa kesepian :'( aku merasa tidak ada hubungan dekat dengan orang-orang di sekitarku. Kalau boleh mengumpamakannya, mungkin seperti anjing yang saling bertemu lalu keduanya saling menyapa, "guk" dan kemudian berpisah. Hubungan yang hanya sekedar basa-basi (brengsek!)

Mungkin ini hanya dari pandangan aku sendiri yah?sebenarnya orang-orang di sekitarku tidak merasa meninggalkan/menjauhi aku, apa begitu Tuhan?ya semoga itu yang benar. Pola pikirku yang sekarang adalah masih tetap dengan hubungan yang basa-basi (haduuuh).

Ya aku pernah kok mengalami hubungan yang sangat asik, beberapa kali (eh btw ini hubungan pertemanan yah maksudnya Tuhan). Di mana aku bisa bercerita tentang apa saja dengan sangat nyaman dan terbuka, di mana aku bisa mendengarkan cerita-cerita yang jujur dan apa adanya dari orang itu. Senang sekali loh Tuhan rasanya begitu :) sering ya kalau sedang cerita-cerita seperti itu sampai pagi aku baru tidur.

Ya tapi hal-hal seperti itu sekarang ini sedang tidak aku alami Tuhan, aku sedang mengalami kekeringan hubungan hahaha... Dulu yang kalau ngobrolnya bisa sampai lama, sekarang ya kira-kira 5 atau 10 menit cukup lah (mungkin sudah basi kali yah?ga ada bahan lagi yang bisa diomongin?). Ya bagiku seperti itu sih cuma salam "guk" saja. Sekali lagi, hubungan yang basa-basi! (apa ekspektasi aku yang terlalu tinggi?tolong aku dikoreksi Tuhan, kalau aku salah).

Tidak enak Tuhan mengalami perasaan seperti ini, rasanya kesel terus (haduuh). Btw maafkan aku Tuhan kalau di surat aku yang kali ini isinya adalah keluhan, aku jadi terkesan cengeng yah... Maaf ya maaf... m(_ _)m

Tuhan yang baik, tolong aku donk...

Monday, December 27, 2010

The day

Kali ini aku mau menuliskan tentang peristiwa yang istimewa dalam hidupku, sayang sepertinya kalau tidak diabadikan ke dalam tulisan :) sebenarnya ide untuk menulis tentang ini sudah ada sejak dulu, tapi selalu saja malas :( ya akhirnya sekarang aku coba untuk abadikan peristiwa ini :)

Oh iya sebelum itu aku mau menceritakan satu peristiwa yang tidak kalah istimewanya dari peristiwa yang di atas :) karena kalau tidak ada peristiwa ini, peristiwa istimewa itu tidak akan pernah terjadi :)

Awal dari semua

Suatu hari ayahku pergi sendiri ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter, aku lupa kapan dan apa tujuan ayahku bertemu dokter. Di sana, ayahku melihat seorang ibu duduk di kursi roda dengan tumor di lututnya, sebut saja ibu E. Karena merasa sakit ibu E sama dengan aku, ayahku menyapanya dan berbincang-berbincang lalu saling bertukar nomor handphone. Oh iya, Ayahku juga membagi informasi kepada Ibu E tentang pengobatan alternatif yang sedang aku jalani..

Sejak dari pertemuan itu, ibuku dan ibu E saling menghubungi satu sama lain (ibuku menanyakan kabar ibu E, dan ibu E menanyakan kabarku :)) suatu kali ibu itu memberitahu ibuku kalau ada seseorang yang mempunyai penyakit yang sama denganku, kemudian dia memberikan nomor telepon orang tersebut kepada ibuku, daaaaaan…

The day

Rabu, 14 april 2010 kira-kira pukul 15:00 aku berangkat dari rumah menuju ke rumah sakit untuk kontrol (seperti biasa). Sampai di rumah sakit, turun dari mobil aku langsung menjatuhkan diri ke kursi roda, lalu segera menggelinding ke bagian radiologi, untuk di rontgen kakinya. Hari itu (sama seperti hari-hari lain) aku berharap tulang pahaku sudah nyambung, dan aku sudah boleh berjalan. Selesai dari radiologi, aku segera menujur ke tempat dokter, poli bedah ya kalau tidak salah. Dan disitu ternyata ada kejutan :)

“Hendry, dicariin sama *****.” Begitu aku masuk ke poli bedah, suster di sana langsung bilang seperti itu. Weeew… yang terjadi di diriku adalah kaget, takut, deg-degan haahhaha… bertanya dalam hati, “apa yang di maksud ***** adalah Ms. K??” “apa iya?” suster ngomong lagi, “tadi dia ke sini, cuma kamu belum dateng, dia pergi dulu.”

Ah malu sih sebenarnya menuliskan tentang ini, sambil menunggu namaku dipanggil. Aku bertanya-tanya terus di dalam hati, “apa iya itu Ms. K??” “kayaknya ga deh…” “ga mungkin ah” karena sangat penasaran, aku berusaha untuk mencari nomor hp Ms. K, hanya sekedar untuk memastikan, kalau yang dimaksud suster apakah benar dia atau bukan.

Karena waktu itu hp ku baru saja ganti, jadi nomor Ms. K belum aku save. Aku berinisiatif untuk melihat nomornya dari Facebook. Dengan rasa penasaran yang semakin menjadi, aku segera klik tulisan phone number (kalau tidak salah) yang ada di facebook profile milik Ms. K. Dan tau apa yang aku lihat?yang tertera di hpku bukanlah sederet no hp, tapi sederet huruf yang membentuk kalimat pendek, "preet haha..." Spontan aku langsung tersenyum dan dalam hati ngomong, "sialan, gw lupa kalo di facebooknya ga ada nomor hapenya haha..."

Sebelum 14 april ini, kedua orangtuaku sudah bertemu dengan Ms. K di rumahnya. Dari cerita ayah dan ibuku, Ms. K memang sama penyakitnya, cara penanganannya pun sama, letak operasinya sama, panjang jahitannya kira-kira sama, hanya bedanya adalah letak kakinya. Ms. K berlawanan dengan kakiku (yang dioperasi). Sewaktu mendengar cerita itu aku cuma bilang, "bisa begitu... :)"

Lalu namaku dipanggil dan aku segera masuk ke ruangan dokter. Ah ternyata tulang pahaku masih belum nyambung juga :( dokter sempat bingung juga kenapa bisa begitu. Kalau aku tidak salah ingat ia mengatakan, “semua obat sama vitamin udah dikasih.” Berdasarkan pengetahuan yang didapat dari hasil pertemuan dengan Ms. K, ibuku ‘memaksa’ dokter untuk memberikan obat (hmm… vitamin) untuk tulang yang bernama aclasta. Ya, dan akhirnya si dokter pun menyetujuinya untuk memberikan vitamin itu (sebulan sekali sebanyak 3 kali).

Keluar dari ruangan dokter aku memilih untuk keluar dari poli bedah (menunggu di ruang tunggu tepat di depan pintu masuk poli bedah). Ketika pintu dibuka aku (duduk di kursi roda) mendengar seseorang berkata, “halo” aku tidak tahu siapa yang mengucapkan itu, dan bahkan aku tidak tau sosoknya ada di mana. Merasa suara itu menyapaku aku hanya tersenyum saja.

Kursi roda semakin bergerak maju keluar ruangan dan baru aku tahu siapa yang menyapaku… ya, ternyata di luar sudah ada Ms. K dan mamanya. Ternyata benar yang dimaksud suster adalah Ms. K seniorku :) ia memakai dekker di kakinya dan ia sudah berjalan tanpa menggunakan tongkat (kadang-kadang) seingatku kita semua berbicara cukup lama di ruang tunggu itu kira-kira satu jam. Cukup banyak yang dibicarakan di pertemuan itu. Dari masalah penyakit sampai masalah dokternya :p, pengalaman saat menjalani kemoterapi, tips untuk bisa tidur dengan posisi badan miring, “kakinya diganjel bantal guling.” :) efek-efek dari obat aclasta dan yang tidak aku lupa Ms. K memberikan semangat untukku :) (ya aku sebenarnya juga mau memberi semangat padanya, tapi aku kalah canggih ngomongnya, jadi diem aja deh :p)

Hmmm… aku ingat sedikit kalimat-kalimat yang ada dalam perbincangan itu, “kemo juga bisa buat diet, kalo gue liat di internet sih gitu.” (kira=kira begitu) hehe… ah sisanya sudah masuk ke dalam alam bawah sadar :(

Mungkin paragraf ini adalah paragraf yang tidak penting, tapi kurang puas rasanya kalau aku tidak menulisaknnya. Rambut Ms. K sangat menarik haha... jujur, karena rambutnya lah yang membuatku mengenalinya pertama kali melihat :) kamu tahu seperti apa rambutnya?seperti gulali… uupss… jangan marah yah hehe… tapi oke kok, I like it :) sekarang sih sudah lurus rambutnya (oke lah dua-duanya).

Oke, paragraf tidak penting sudah habis, perbincangan selesai karena waktu juga yang memisahkan :p waktu sudah terlalu malam dan Ms. K masih mau menjenguk pasien lain yang katanya terkena kanker juga, kalau tidak salah dokter yuli namanya. Ms. K dan mamanya pergi dan aku tetap menunggu di ruang itu karena ayahku mau mengurus administrasi dulu.

Setelah semua beres aku segera menuju keluar rumah sakit. Ketika aku sedang masuk ke dalam mobil Ms. K dan mamanya baru mau keluar rumah sakit juga dan kalimat terakhir yang diucapkannya, “tetap semangat ya!” dari dalam mobil aku hanya mengacungkan jempol kiriku :)

Kalau aku ditanya bagaimana perasaanku saat itu?dua kata yang bisa mewakili perasaanku adalah “sangat senang.” Bagaimana aku tidak “sangat senang”, Ms. K adalah teman senasibku yang pertama setelah kira-kira 2 tahun aku merasa ‘sendirian’ :)

Terima kasih Tuhan...

***

Tulisan ini cukup tertunda lama, sebelum aku mulai untuk menulis lagi hari ini aku melihat tanggal terakhir aku menulis cerita ini adalah tanggal 8 Agustus 2010 dan baru sampai paragraf ke-4 di bab “The Day” Beruntung sekali aku bisa menyelesaikan cerita ini hari ini (27 Desember 2010) sebelum memori-memorinya hilang di telan alam bawah sadarku :)

Sunday, December 26, 2010

Aku Merindumu (221210)

Aku Merindumu (221210)

Pernah aku sakit hati karena sikapmu
Pernah aku kecewa karena tak ada kamu di 'sini'
Pernah aku menangis karena kamu pergi 'meninggalkan' aku

Tapi...

Sekarang tidak ada lagi rasa itu sayang
Mungkin tertiup waktu
Atau dimakan lelah

Aku benci rasa yang baru ini
Tawar, hampa, kosong
Tidak ada rasa...

Aku ingin mengulang lagi
Aku ingin mengalami lagi

Sakit hati karenamu
Kecewa karenamu
Menangis karenamu

Manis, aku merindumu...

Friday, December 24, 2010

Masa SMA

Sebenarnya sudah lama aku ingin menulis tentang ini, tetapi beberapa kali tertunda karena aku berhasil digoda oleh rasa malas. Dan sejujurnya sekarang ini pun rasa malas itu muncul lagi, tapi aku sudah membulatkan tekatku untuk menulis ini hehehe… aku memang harus ‘memaksa’ diriku untuk melakukannya, kalau tidak sekarang kapan lagi?iya kan? :)


Sesuai dengan judul, aku akan menuliskan cerita-ceritaku ketika aku masih di SMA. Hmmm.. sepertinya tidak banyak yang bisa kau ingat di masa ini. Ya kita coba lah ya…

Untuk ke SMA aku harus pindah dari sekolahku yang lama, karena di sekolahku yang lama (Widuri Jaya) tidak ada SMA. Di sana hanya ada TK, SD dan SMP. Mungkin kalau di Widuri ada SMA aku tidak akan memilih pindah ke sekolah yang baru ini, sekolahku yang baru namanya Providentia.

Providentia terlihat lebih ramai dan lebih besar, itulah kesan pertamaku ketika memasuki sekolah ini. Di sekolah ini ada TK sampai SMA (hanya universitas yang tidak ada :p) jujur, hari pertama aku masuk sekolah (di SMA) aku merasa takut, karena tidak ada satu orang pun temanku yang di SMP yang masuk ke SMA ini. Jadi aku benar-benarsendirian.

Hari pertama ini tidak langsung MOS, tapi hanya seperti briefing untuk MOS di hari senin. Kalau tidak salah briefingnya itu adalah hari sabtu (untuk tanggal dan jam aku tidak ingat). Aku duduk di dalam ruangan itu sendirian, sampai tiba-tiba datanglah seseorang yang menyapaku dan meminta ijin untuk duduk di sebelahku. Dia juga anak baru sama sepertiku, tapi banyak temannya yang masuk sekolah ini, amanya Ferry (dan dia menjadi salah satu teman baikku nanti).

Tepat di depanku ternyata adalah orang yang aku kenal, dia adalah teman sekelas saudara sepupuku ketika di widuri. Kalau dia tidak menyapaku duluan aku tidak akan tahu kalau itu dia. Ketika aku tahu ada orang yang aku kenal di sana, aku seperti merasa tidak sendiri lagi (yaa walaupun itu bukan temanku, setidaknya aku mengenalnya).

Aku lupa apa saja isi dari briefing itu, yang aku ingat adalah kami para siswa baru untuk hari seni disuruh oleh kakak kelas untuk membawa nasi dengan 5 macam warna, dan selama MOS harus membawa tas yang terbuat dari kardus. Hmm… sepertinya sih masih ada tugas lagi tapi aku lupa apa itu. Ya tapi di hari seninnya aku tidak masuk :) entah sebabnya apa hingga aku tidak masuk. Untuk MOS di hari-hari berikutnya sih aku selalu hadir.

Aku duduk di kelas 1.2 (yang katanya isinya anak-anak yang bandel) tidak banyak kesan sih di sini, karena aku hanya sebentar di kelas 1.2. baru sekitar 2 atau 3 hari (kalau tidak salah) aku sudah dipindah ke kelas 1.1, yang katanya isinya anak-anak pintar. Aku tidak merasa pintar, tapi entah mengapa aku dipindah ke kelas 1.1.

Hari pertama di kelas 1.2 teman sebelahku ternyata pindahan dari Malaysia (tadinya aku kira dia orang Malaysia, ternyata dia pindah ke malaysia pada saat kerusuhan 98), namanya Willy. Dengan dia aku pernah meminta bantuan sih seingatku, mungkin meminjam catatan?aku lupa… yang jelas aku meminta bantuan karena aku tidak kelihatan untuk melihat ke papan tulis. Bener ga wil? :)

Dan besoknya (kalau tidak salah) akan menjadi hari yang paling aku ingat seumur hidup hehe… di hari itu aku mengalami hal yang memalukan (walaupun tidak begitu memalukan, tapi tetap saja memalukan). Seragam kotak-kotak hijau dengan celana panjang berwana putih plus dasi, aku berjalan menuju kelas 1.2 yang dipindah ke lantai paling atas (kemarin di lantai paling atas (tadinya di lantai paling bawah).

Melewati kelas 3 IPS terlebih dahulu, baik 3 IPS 1 maupun 2 (karena kelasku terletak paling pojok. Semua terlihat biasa saja (kalau sekarang diingat-ingat lagi, ternyata ada yang senym-senyum melihatku) dan sampai di kelaspun masih biasa saja. Sampai salah seorang teman cewek bilang gini (kira-kira) “kalo pake baju kotak-kotak, ga usah pake dasi.” namanya Fransisca, dia satu-satunya orang yang memberitahuku tentang kebenaran itu. Baju kotak-kotak plus dasi itu ternyata adalah hasil karangan dari para senior! Brengsek! Ska, masih ingat cerita ini? :)

Di kelas 1.1 ada 2 hal yang paling bisa aku ingat, ini sangat berkesan buatku. Yang pertama adalah aku mendapat julukan baru :) julukannya adalah “JigonK” hahaha… bukan jigong loh ya :) jadi JigonK adalah nicknameku di game nexia (ada yang tau game nexia?). seorang teman yang mulai akrab denganku tidak memanggilku dengan nama asli, tapi dengan nama di game, “gonk, jigonk” ya, dialah si Bobby :) mulai di kelas ini lah untuk seterusnya sampai lulus teman-teman banyak yang memanggilku JigonK :) masih inget bob? :)

Dan yang kedua adalah aku berantem hehe… bukan berantem ya mungkin, tapi marah.. seingatku kejadiannya adalah waktu itu beberapa temanku (kalau tidak salah 2 orang) memanggilku dengna sebutan, “buta” ya maksudnya bercanda, aku tahu itu. Pertama-tama aku cuek saja, tapi entah kenapa lama-lama aku jadi merasa muak dengan panggilan itu. Sampai satu titik dimana aku sangat marah, tas yang aku punya (isinya buku-buku dan botol air minum) aku angkat dan aku lempar tepat ke muka temanku yang ada di belakangku. Dia terlihat kesal memang, tapi sepertinya tidak mau membalas (mungkin karena kasihan dengan aku).

Setelah melempar tas itu, aku duduk ke belakang kelas. Entah apa tujuanku duduk di belakang kelas. Yang jelas ada perasaan menyesal yang timbul, “mengapa aku berbuat seperti itu?” tidak lama kami saling bermusuhan, sebelum pulang sekolah, kami berdua saling meminta maaf. Temanku yang ini namanya Raymond :) masih inget mon? :)

Kelas 2 tidak lagi disebut kelas 2, tapi kelas XI, dan aku termasuk dalam kelas XI IPS 1. Aku tidak berminat untuk masuk kela IPA karena aku tidak suka dengan pelajaran hitungan :) arrgh… sial! Memoriku di kelas XI ini hilang :( hmmm.. apa yah? Aha! aku ingat, di kelas XI ini aku bisa mendapat ranking 3 besar setelah beberapa tahun tidak pernah dapat ranking 10 besar :) (terakhir aku ranking 10 di SD kelas 2). Hmmm… aku rasa hanya itu yang aku ingat :)

Di kelas XII IPS 1, aku mendapat teman baru yang berasal dari luar kota. Tepatnya dari madiun, namanya Henry (mirip namanya denganku, tapi bagiku nama dia lebih ‘asli’ karena lebih mirip Henry Dunant :)). Lagi-lagi di kelas XII ini ada 2 hal yang masih menempel di ingatanku. Ada yang menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan, mungkin aku akan memulai dari yang tidak menyenangkan dulu saja deh.

Sejak kelas 6 SD aku selalu memakai teleskop (teropong) untuk melihat ke papan tulis. Jika tanpa alat itu aku tidak bisa melihat tulisan yang ada di papan tulis. Teleskop bagiku sudah menjadi mata yang ketiga (mau tidak mau harus akui kalau teleskop adalah mata ketigaku). Ayahku selalu berpesan untuk berhati-hati memakainya. Informasi sedikit, teleskopku dulu pernah tercebur ke dalam got bersamaan dengan tas (dan badanku) ketika aku terjatuh sewaktu dalam perjalanan pulang dari sekolah (waktu SMP aku naik sepeda kalau pergi ke sekolah).

Di kelas XII ini aku memiliki seorang teman yang sedikit iseng, dia suka meminjam teleskopku dan ketika aku memintanya dia selalu tidak langsung mengembalikannya (selalu main-main dulu). Aku tidak bilang yang meminjam hanya dia, banyak juga teman-teman yang lain meminjam teleskopku hanya untuk sekedar melihat yang jauh-jauh (di lapangan misalnya), tapi hanya dia yang selalu main-main (memainkan aku?) sebelum mengembalikannya.

Sebenarnya aku sangat tidak suka diperlakukan seperti itu, aku mau marah, yang ada dipikiranku ketika marah adalah “gw mau tonjok itu idungnya.” Hahaha… ya, aku mau membuat dia jera dan tidak berani lagi berbuat seperti itu kepadaku. Walaupun aku tidak tahu aku akan kalah atau menang ketika berkelahi dengan dia, karena temanku itu lebih tinggi dan lebih besar dariku. Pikiranku cuma satu, mau buat dia kapok!

Beberapa kali hal itu hanya ada di niat saja, tidak pernah aku lakukan. Aku ingat pesan ayahku, “jangan sampe rebut sama temen, takutnya ntar teropong kamu diapa-apain, ntar kamu juga yang susah, papi juga ikut susah.” (kalau tidak salah sih seperti itu yang diucapkan oleh ayahku). Semakin lama bukan hanya teropong yang ada di tangannya, handphonepun juga tidak luput dari tangannya (seingatku dia mengambil tanpa sepengetahuanku)… aku merasa terlihat bodoh.

Sampai suatu saat ketika aku meminta handphoneku, seperti biasa dia tidak mau mengembalikannya langsung. Entah waktu itu dia sedang apa, yang jelas aku dating menghampirinya dan memukul pundaknya dengan keras (memukul dengan posisi tangan seperti merangkul). Kemudian dia marah, “kenapa lu mukul gw?” aku jawab, “gw ga pernah gangguin lu, lu jangan gangguin gw.” Ya setelah itu dia mengembalikan handphoneku tapi tidak dengan tutup baterainya (dilempar ke depan kelas). Perasaanku waktu itu adalah sangat marah, tapi aku tahan. Setelah kejadian itu, dia tidak ‘berulah’ lagi.

Posisi guru di kelas waktu itu entah kenapa seperti tidak ada fungsinya, ketika sang guru meminta si murid mengembalikan handphoneku, tidak digubris oleh si murid…

Pengalamanku yang kedua di kelas XII IPS 1 adalah jalan-jalan ke Madiun :) tanggal 22 Desember 2004 aku dan ketiga temanku (Henry dan sepupunya, Raymond, Ferry) berangkat ke yogyakarta melalui bandara Soekarno-Hatta. Aku lupa kapan baru pulang ke Jakarta. Hmmm… sepertinya tanggal 4 januari 2005 (malam) aku baru tiba di Jakarta, karena tanggal 8 januarinya aku harus ikut tes masuk universitas (kalau tidak salah).

Di madiun aku tinggal di rumahnya Henry, karena memang dia aslinya orang sana. Bukan di madiunnya sih (gorang gareng nama tempatnya, sangat dekat dengan madiun). Banyak hal yang aku dan teman-temanku lakukan di sana. Dari jagain warungnya si henry (Cuma sebentar), ikutan nagih uang arisan :) misa natal di gereja dan juga kebaktian di gerenya henry, ke sekolahnya si henry yang dulu sebelum pindah ke jakarta, main billiard, pergi ke sarangan.

Di sarangan ada pengalaman yang lucu juga, aku sudah tidak kuat untuk naik keatas, sampai-sampai harus dibantu oleh tukang sate kelinci haha… Terasa berat sekali dan juga lemas kakiku (mungkin karena badanku dulu yang gemuk?) sampai di atas ada tempat peristirahatan dan makan sate kelinci :)

Perjalananku tidak berhenti sampai di madiun saja, entah di tanggal berapa kami semua (henry dan keluarga, Raymond, Ferry dan aku) pergi ke Surabaya, di Surabaya kami tinggal di rumahnya saudaranya henry, aku lupa hubungan saudaranya bagaimana. Jalan-jalan ke PTC (pakuon trade centre) sepi waktu itu mallnya, mungkin karena masih baru.

Dari Surabaya kami juga sempat berkunjung ke malang, di sini aku ingat pernah mengunjungi gajah mada plasa (aku pikir gajah mada plasa hanya ada di jakarta). Tujuanku ke gajah mada adalah untuk membeli celana renang. Karena nanti kami akan berencana untuk berenang, sedangkan aku tidak membawa celana renang, jadi beli dulu :) aku lupa apa nama tempat wisatanya waktu itu apa :( mungkin baturaden?apa ada dieng-diengnya?lupaaa… :(

Aku dan teman-teman pulang ke jakarta melalui bandara adi sumarmo di solo…

Yah… kira-kira itulah cerita-ceritaku yang bekesan ketika aku masih di masa SMA, perasaanku sekarng ini setelah menulis ini adalah ingin mengalami lagi pengalaman-pengalaman itu (baik pengalaman enak maupun tidak enak :)) paling tidak aku bisa melihat video kehidupanku lah hahaha.. tapi sayang itu tidak ada yah… :)

Dari beberapa nama yang aku sebutkan di atas, hanya 2 nama yang sampai sekarang aku masih lumayan sering berhubungan, yaitu Raymond dan Henry :) sedangkan yang lain sudah entah ke mana, ya walaupun facebook mereka semua punya tapi aku tidak pernah menghubungi mereka semua lewat facebook.

Hmmm… Henry (17 juni 1987), Raymond (8 Febuari 1988), Ferry (5 September 1986), Ska (4 November 1987), Willy (8 januari 1988) hahaha… ternyata aku masih ingat tanggal dan tahun lahir mereka :) sueeer loh aku ga liat catetan! (liat sih, tapi itu hanya untuk crosscheck saja, dan ternyata benar semua :)

Tidak terasa aku sudah menulis sebanyak 4 halaman di Microsoft word :) kalimat terakhirku adalah… aku kangen masa-masa SMA :) terima kasih Tuhan telah memberi aku kesempatan mengalami masa ini dan terima kasih waktu untuk rasa yang kau beri kepadaku :) aku tidak akan pernah lupa dengan masa-masa ini…